Gowes Sepeda Diusia Senja

Bertambahnya usia, kebugaran dan daya tubuh tidak seperti anak muda, itu pasti. Namun tidak berarti aktivitas olahraga harus terhenti. Jika senang dengan aktivitas gerak badan diluar ruangan,  gowes sepeda bisa menjadi pilihan bagi yang berusia senja.  

Bersepeda diusia senja, berolahraga sambil menjga tali keluarga ( foto-BantenTribun)

BantenTribun.id—Usia pasti akan bertambah dan menua. Meskipun kondisi fisik dan kebugaran jauh berkurang dan tidak seperti masa muda, namun hal itu tidak berarti aktivitas olahraga berhenti.

Bagi yang suka olahraga diluar ruangan, bersepeda kiranya bisa dicoba. Bisa ramai-ramai atau bersama keluarga.

Bersepeda merupakan aktivitas yang sangat fleksibel. Tidak hanya mudah dilakukan, semua generasi dengan berbagai usia dapat dengan mudah melakukannya, baik itu sebagai sarana bermain, ataupun olahraga yang murah dan sederhana. Seperti halnya yang dilakukan keluarga Sumyati, Safuraah dan Nurhayati ini contohnya.

Hampir setiap ahir pekan, tiga emak-emak pensiunan PNS guru agama  di Karangampel Kabupaten Indramayu ini, memboyong anak-cucunya untuk berolahraga sepeda di Pantai Tegalagung, Desa Benda Kecamatan Karangampel, Indramayu.

Tidak ada sepeda sport bermerk mahal, sepeda kumbang dan sepeda mini pun jadi. Yang penting bisa bergerak rutin menggowes pedal berkeliling.

“ Yang penting badan bergerak minimal setiap minggu , meskipun dengan sepeda seadanya,” kata Sumiyati, saat ditanya BantenTribun.

“Sekalian mempererat tali keluarga agar tetap terjaga,” imbuh Safuraah, adik Sumyati yang juga pensiunan PNS guru agama.

Bersepeda diusia senja

Akan tetapi, meski bersepeda bisa digunakan dengan mudah dan praktis, para lansia atau yang sudah berusia senja, tetap perlu memikirkan kekuatan dan daya tahan tubuh dalam melakukan aktivitas ini.

Itulah sebabnya, penting bagi mereka untuk memahami batasan dalam menggowes sepeda. Batasan ini mencakup durasi, intensitas, pemilihan rute, dan lain sebagainya.

Tips Bersepeda Diusia Senja

Memiliki semangat untuk tetap berolahraga meskipun usia sudah semakin tua, memang hal yang baik dan perlu untuk dipertahankan. Untuk dapat menjaga semangat dan membangun ritme yang sehat dalam berlatih, ada baiknya kita melakukan persiapan dan penyesuaian sesuai dengan kemampuan dan kondisi fisik.

Berikut tips sederhana bersepeda, dikutip dari laman sehatq,com

 Lakukan Pemeriksaan Dokter

Hal pertama yang dapat kita lakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan dokter untuk memastikan jika kita benar-benar dalam kondisi yang baik dan mampu untuk bersepeda.

Ketahui Kemampuan Diri

Setelah mengetahui kondisi tubuh kita, ada gambaran latihan seperti apa yang cocok dan sesuai untuk dilakukan. Untuk bersepeda, sebaiknya sudah tahu durasi yang tepat, intensitas dan rute yang dipilih untuk menghindari terjadinya cedera dan gangguan kondisi kesehatan.

Lakukan Pemulihan jika Dibutuhkan

Jika ditemukan ada kondisi tubuh yang masih bermasalah, sebaiknya hindari memaksakan untuk bersepeda dalam waktu dekat.

Upayakan untuk memahami tahu apa yang menyebabkan masalah khusus pada fisik kita. Sakit pada kartilago? Radang sendi? Tendonitis? Semua permasalahan akan membutuhkan perawatannya masing-masing, baik itu terapi fisik, obat-obatan, atau operasi.

Dalam periode waktu yang dianjurkan dokter sebelum kembali mengayuh sepeda kesayangan, lakukan dulu pemulihan.

Periksa juga kondisi sepeda

Jika berniat menggunakan kembali sepeda kesayangan saat muda dulu, atau sekedar mencoba sepeda anak cucu, sebaiknya lakukan pemeriksaan kondisi sepeda dengan memastikan segala bagian pentingnya dalam keadaan yang baik dan aman untuk digunakan.

Salah satu yang terpenting adalah dengan memastikan apakah pedal sepeda cukup ringan dan nyaman untuk digunakan sehingga mengurangi risiko cedera saat mengayuh sepeda.

Selain itu, pastikan pula posisi duduk dan postur tubuh saat bersepeda cukup nyaman untuk kita lakukan. Jangan sampai tulang punggung kita menjadi nyeri hanya karena posisi bersepeda yang terlalu membungkuk.

Gunakan Perlengkapan

Tidak hanya orang berusia lanjut, penggunaan perlengkapan keamanan bersepeda seharusnya juga dilakukan oleh semua pengendara sepeda. Hal ini penting untuk menghindari terjadinya cedera khususnya saat terjatuh dari sepeda.

Pastikan pula untuk menggunakan sepatu olahraga agar tidak mengalami kaki terkilir selama bersepeda.

Durasi dan Intensitas Bersepeda, Jangan Lupa

Jangan lupa untuk memberikan batasan dari latihan yang kita lakukan. Ingat, kita sudah tidak lagi memiliki tubuh dengan daya tahan yang tinggi.

Bersepeda selama satu jam setiap dua hari sekali sudah cukup untuk meregangkan otot-otot dan memperlancar aliran darah.

Hindari untuk mempekerjakan otot terlalu berlebihan. Sebaliknya, berikan pula waktu untuk tubuh beristirahat dan melakukan pemulihan dari tiap latihan yang kita lakukan.

Jadi, jangan lupa sesuaikan gowes sepeda kita sesuai usia, apalagi sudah senja.*(red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.