Geliat Sektor Pariwisata Bali, Wisatawan Domestik Boleh Datang

Sektor Pariwisata Bali telah membuka akses untuk kedatangan wisatawan domestik atau yang berasal dari daerah lain di Indonesia, sementara untuk wisatawan asing disiapkan di bulan September.

sektor pariwisata bali

BantennTribun.id- Sektor pariwisata Bali menjadi salah satu yang paling terdampak selama pandemi Covid-19, Industri hotel, kuliner hingga hiburan tiarap, membuat banyak stakeholder termasuk yang mengandalkan mata pencaharian di sektor itu kelimpungan.

Seiring dengan kebijakan Adaptasi Kenormalan Baru, sektor pariwisata Bali kini mulai menggeliat, dengan dibukanya kembali kedatangan wisatawan lokal, nusantara dan luar negeri secara bertahap.

Sebelumnya pada Kamis (9/7), sektor pariwisata Bali kembali dibuka khusus untuk turis lokal, kini, Jum’at (31/7) wisatawan domestik atau berasal dari daerah lain di Indonesia diperbolehkan untuk datang ke pulau dewata itu..

“Hampir semua daerah di Bali sudah zona hijau, tidak ada zona merah, kerjasama antara kita penting, kita harus membangun tim kerja untuk itu, protokol kesehatan tak bisa ditawar,” ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Panjaitan, dalam Deklarasi Kepariwisataan Dalam Tatanan Kehidupan Bali Era Baru dan Digitalisasi Pariwisata Berbasis QRIS di Peninsula Nusa Dua, Bali.

Luhut juga menekankan, dibukanya kembali Bali untuk wisatawan domestik, sudah berdasarkan pertimbangan tertentu, baik soal jumlah konfirmasi positif Covid-19, dan jumlah zona hijau di Bali.

“Kita sudah pertimbangkan semua, bukan asal membuka” ungkap Luhut, seperti ditulis laman resmi kemenparekraf.

Senada dengan Luhut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio menilai masyarakat bali tetap optimis dan berpikir positif dalam membangun sektor pariwisata, meski ditengah pandemi. “saya apresiasi untuk itu” ungkapnya.

Lebih lanjut, suami dari Gista Putri itu akan terus mendukung sektor pariwisata Bali untuk bangkit, termasuk menguatkan program Sapta Psoan dan Revitalisasi Amenitasnya.

Pihaknya juga siap untuk memberikan bantuan berupa fasilitas pendukung kebersihan, kesehatan dan keamanan.

“Mari kita bersama jalankan penerapan protokol CHSE (Cleanliness, Helath, Safety dan Envifornment) sebaik mungkin agar wisatawan yang datang ke Bali merasa aman.” ajak Menparekraf.

Selain mengajak semua stake holder untuk patuh terhadap protokol kesehatan, Wishnutama juga mengapresiasi Bank Indonesia yang menyiapkan QRIS sebagai sistem pembayaran online di sektor pariwisata Bali.

QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard merupakan standar pembayaran menggunakan QR Code dari Bank Indonesia, dimana satu QR Code tersebut bisa dipindai oleh seluruh aplikasi pembayaran di Indonesia yang menggunakan QR Code itu.

Sektor Pariwisata Bali, Wisman Dibuka September

Setelah dibukanya kunjungna untuk wisatawan lokal dan nusantara, Sektor Pariwisata Bali rencananya akan membuka kembali kunjungan wisatawan mancanegara sekitar September.

I Wayan Koster sang Gubernur mengatakan, kesiapan Bali dalam membuka kedatangan wisatawan dilakukan bertahap untuk mengurangi risiko.

“Kami memberanikan diri untuk membuka secara bertahap, jangan sampai kita buka besok, muncul kasus baru, itu akan mencoreng citra pariwisata Bali nantinya. Kita butuh dukungan dari semua stakeholder di sektor pariwisata Bali,” ungkapnya. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.