Gelar Pasar Tani, Dinas Pertanian Pandeglang Ingin Pangkas Jalur Distribusi

pasar tani
salahsatu stand Pasar Tani di HUT Pandeglang ke-144. Foto- BantenTribun

Panjangnya rantai tataniaga (Jalur Distribusi) berakibat pada tingginya marjin harga beli di tingkat petani dengan harga jual produk ke konsumen. Pasar tani diharap jad solusi.

Pandeglang, BantenTribun.id- Panjangnya jalur distribusi dan pemasaran hasil pertanian adalah masalah utama yang harus segera di rampungkan oleh Pemerintah, termasuk di Pandeglang.

Sifat hasil pertanian yang cepat rusak (Perishable) memaksa produk harus segera di pasarkan. Bila telat, jangan harap punya harga yang pas dan pantas untuk petani.

Menjawab persoalan itu, Pemerintah Kabupaten Pandeglang menggelar Pasar Tani, di Alun-Alun Pandeglang, Senin-Kamis (2-5/4).

Acara yang juga bagian dari rangkaian Ulang Tahun Pandeglang ke-144 dimotori oleh Dinas Pertanian selaku Organisasi Perangkat Daerah yang bertanggung jawab dalam pembangunan sektor pertanian di Pandeglang.

Menurut Budi Januardi (Kadis Pertanian Pandeglang) gelaran pasar tani merupakan ungkapan rasa syukur sekaligus membantu petani menjual produknya langsung ke end-user alias konsumen.

“Tujuan pasar tani selain ungkapan rasa syukur dalam memeriahkan HUT Pandeglang, juga untuk mempertemukan petani dengan konsumen langsung agar lebih murah karena rantai tataniaga pasarnya tidak panjang.” Ungkap Budi.

Panjangnya rantai tataniaga (Jalur Distribusi) berakibat pada tingginya marjin atau selisih harga antara harga beli di petani dengan harga jual produk ke konsumen. Budi berharap pasar tani bisa menjawab masalah itu.

Kadis yang sempat berkarir di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pandeglang itu berharap, pasar tani juga sebagai ajang bagi petani dan pelaku usaha pertanian mengenalkan produk unggulannya ke masyarakat.

“Saya berharap masyarakat mengenal lebih dekat akan produk unggulan pertanian Pandeglang. Dari mengenal masyarakat pandeglang bisa lebih cinta pada produk asli daerahnya.” Tambah Budi.

Kepala Bidang Hortikultura Distan, Heni Supiani, menambahkan dengan digelarnya pasar tani, produsen atau petani dan pembeli sama-sama diuntungkan karena pemotongan panjangnya tataniaga hasil pertanian ini. Ia mencontohkan, harga cabai yang dijual di pasar tani, lebih murah sekitar Rp5000, dibanding harga di pasar.

“Ini jelas menguntungkan konsumen karena lebih murah, tapi petani juga lebih untung karena menjual lebih tinggi dibanding menjual ke bandar atau pengepul,” jelas Heni.

Pengamatan BantenTribun, hampir disemua stand Dinas Pertanianyang tersedia,  produk pertanian dan hasil olahan, banyak diserbu warga.

Produk olahan Susu Kedelai, ludes terjual hanya dalam sesaat pasca pembukaan acara.

“Kita kehabisan stok susu kedelai dan beras merah, lari diserbu pembeli. Besok stok akan ditambah lebih banyak lagi,” kata Daud Nasir, Kabid Tanaman Pangan.

Begitu juga di Stand Bidang Perkebunan, produk kopi “Kapal Air” menjadi produk yang banyak diincar pembeli.

“Animo masyarakat terhadap kopi cukup tinggi. Kopi ini hasil olahan warga Pandegelang, dari bahan kopi yang ditanam di sini juga. Distan tahun ini akan mengembangkan komoditas kopi ini,” kata Onah, Kabid Perkebunan.

Produk olahan telor asin, tidak ketinggalan menjadi incaran pembeli. Stand Bidang Peternakan terpaksa kehabisan  stok dalam sekejap.

“Telor asin ternyata banyak diminati, kita kehabisan stok di  hari pertama, usai pembukaan,” kata Diah Lukitaningsih.

pengunjung memburu produk hasi pertanian di stand pasar tani
pengunjung memburu produk hasi pertanian di stand pasar tani yang digelar 2-5 April 2018 (foto-BantenTribun)

Selain itu, menurut Budi, muara dari gelaran pasar tani ini nantinya selain menjadi agenda rutin juga bisa berujung pada dibentuknya asosiasi para pelaku usaha di bidang pertanian.

“Muaranya adalah pasar tani menjadi agenda rutin tahunan dan terbentuknya asosiasi pelaku usaha pertanian di Pandeglang.” Harap Budi

Gelaran pasar tani kali ini melibatkan pelaku usaha dari berbagai sub sektor pertanian, seperti sub sektor peternakan, hortikultura sayuran, perkebunan, pelaku usaha hidroponik hingga dari Kelompok Wanita Tani (KWT).

Selain pelaku usaha, gelaran pasar tani juga dimeriahkan oleh peserta dari perwakilan kecamatan.

Tahun 2018, pasar tani rencananya akan digelar kembali pada bulan Agustus dan November. (Adv/Dinas Pertanian Pandeglang)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.