Gandeng Gojek dan Grab Disdukcapil Tangsel Antar KTP Langsung Ke Rumah Warga

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Tangerang Selatan (Disdukcapil Tangsel) punya inovasi baru dalam memberikan layanan pada warga Tangsel.

Melalui SIANDUK (Sistem Pengiriman Dokumen Kependudukan) Warga Tangsel yang tidak sempat ke kantor Disduk punya opsi untuk diantarkan dokumennya oleh Grab atau Gojek.

disdukcapil tangsel

BantenTribun.id- Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Tangerang Selatan (Disdukcapil Tangsel) punya inovasi baru dalam memberikan layanan prima kepada masyarakat.

Dinas yang mengurusi dokumen pencatatan sipil warga Tangerang Selatan itu akan mengantarkan KTP, Kartu Keluarag atau dokumen kependudukan lainnya langsung ke rumah warga.

Walikota Tangsel Airi Rachmi Diany sangat mengapresiasi kinerja disduk dengan inovasi tersebut.

“Sejak pandemi Covid 19 menerpa Tangsel, layanan disdukcapil yang biasanya 2000 layanan per hari turun drastis hingga 300. Inovasi diperlukan agar layanan pada warga tetap prima. Disdukcapil tangsel telah melakukan itu.” Ungkap Airin.

Airin menambahkan, pelayanan masyarakat adalah amanah undang-undang. “Meski dihadang pandemi, bukan alasan pelayanan jadi kendur.” Imbuhnya.

Selain inovasi antar jemput dokumen kependudukan, Airin juga mengapresiasi inovasi Disdukcapil Tangsel yang telah membuka gerai layanan di pusat keramaian seperti Mall.

“Intinya masyarakat tidak perlu ke kantor Disdukcapil untuk mendapat layanan kependudukan.” Tegasnya.

Senada dengan Airin, Kepala Dinas Disdukcapil Tangsel Dedi Budiawan mengatakan pihaknya telah membuat sistem digital agar pelayanan data kependudukan lebih mudah diterima warga.

“Kita buat SIANDUK atau Sistem Pengiriman Dokumen Kependudukan. Jadi bagi warga Tangsel yang berhalangan datang ke ke kantor kami, punya opsi untuk diantarkan ke rumah warga.” Jelas Dedi.

Dedi menambahkan Disdukcapil Tangsel telah bermitra dengan dua perusahaan transportasi online yakni Gojek dan Grab untuk mengantarkan dokumen kependudukan tersebut.

“Prosesnya sesuai undang-undang ya, waktunya 14 hari kerja, pilihan sudah disediakan dalam dua aplikasi tersebut (Gojek dan Grab).” Jelas Dedi.

Dedi juga optimis meski dimasa pandemi, pihaknya bisa memberikan layanan sesuai kuota normal yakni 2000 layanan per hari.

“Saat ini memang masih 1000 layanan per hari, dan kita bagikan ke Gojek dan Grab. Soal keamanan dokumen kita jaga betul, karena menggunakan segel. Intinya kita akan terus lakukan perbiakan layanan dan instrumennya.” Pungkas Dedi. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.