Filosofi Pelatih Persib Jaman Now; Bertahan untuk Menang

filosofi persib

  • Persib memiliki 3 Menara Kembar di lini belakang. Ahmad Jufriyanto, Victor Igbonevo dan Bojan Malisic
  • Permainan pragmatis dengan pertahanan kokoh plus serangan cepat disisi sayap nampaknya menjadi filosofi Gomez untuk maung bandung

Pandeglang, BantenTribu.id-  Maung Bandung memilih  Mario Gomez sebagai pelatih untuk musim liga 1 2018. Sebuah pilihan mengejutkan sebab sebelumnya nama besar yang akrab ditelinga bobotoh seperti Rahmad Darmawan, Alfred Riedl dan Dejan Antonic sempat mencuat ke permukaan.

Kejutan belum juga selesai, mantan pelatih JDT itu ternyata lebih memilih memperkuat pertahanan ketimbang mencari playmaker atau striker baru.

Dua bek tangguh, Victor Igbonefo dan mantan anak didiknya di South China Bojan Malisic mendarat di Bandung.

Duo menara kembar itu siap berkolaborasi dengan bek timnas Ahmad Jufriyanto.

Kabar berikutnya, Gomez mencoba memenuhi kuota pemain asingnya dari Asia. Bobotoh tentu berharap bila pemain asia asal korea itu merupakan pemain yang baru merumput di Indonesia dan berlabel bintang.

baca juga: Rekrut Pemain Asia

Dugaan kembali meleset, pemain itu ternyata Oh In-Kyun, eks Mitra Kukar yang permainannya musim lalu dianggap tak lebih baik dibanding Maitimo.

Soal lini tengah dan serang tak berubah banyak. Gomez nampaknya masih percaya pada nama besar Essien, dan striker jangkung Ezechiel “Aliando” Nduassel.

Rekrutan baru di lini depan, yakni Patrich Wanggai tak dinyana memilih hengkang dari Maung Bandung. Konon karena alasan keluarga.

Filosofi Gomez untuk Persib

“Bertahan untuk menang.” Kalimat itu sepertinya cocok untuk sosok Gomez sang pelatih Persib.

Masih ingat saat ia diwawancara secara ekslusif oleh goal.com?. “Yang penting menang, lebih penting jangan kalah, menang 1-0 itu oke ½ -0 juga oke.”

Jawaban itu jelas menggambarkan bahwa pelatih asal negeri samba itu akan menerapkan sepakbola pragmatis ala Jose Mourinho dan mantan bosnya di Valencia, Hector Cuper.

Filosofi itu nyatanya memang ampuh, Valencia menjadi tim papan atas la liga , bahkan dua kali lolos ke final liga champion di musim 1999-2000, dan 2000-2001.

Meski dua-duanya gagal, karena kalah dari Madrid dan Muenchen, tapi sosok Roberto Ayala dan Pellegrini menjadi sosok tangguh yang sulit di tembus lawan.

Yuk kita lihat kala Gomez berhasil meraih lima gelar bersama JDT termasuk Piala AFC 2015.

Baca Juga; Mengintip Johor Darul Takzim

Gol-gol yang dicetak Harimau Selatan itu, lebih banyak dicetak dari tendangan bola mati dan serangan balik dari sisi sayap.

Kemenangan JDT atas Istiklol di final piala AFC misalnya. Lesakan Leandro Velazques saat itu juga di awali dari tendangan penjuru. Bukan permainan tiki-taka dari sisi tengah.

Bek Tangguh, dan gelandang bertahan militan kemungkinan akan menjadi prioritas Gomez. Sementara serangan akan lebih mengandalkan sisi sayap.

Jika itu yang terjadi, maka peran Febri, Billy Kerap, Supardi hingga Henhen Herdiana menjadi vital.

Mereka harus berlatih membuat umpan-umpan “manja” untuk striker jangkung “Aliando” Nduassel.

Musim 2018 ini, kita akan melihat gaya baru Persib Bandung. Momen Piala Presiden adalah racikan pertama Gomez yang siap ditonton jutaan bobotoh.

Meski bukan target utama, bobotoh tentu berharap tim kesayangannya menampilkan permainan terbaik. (ajat s)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.