FIFA Dan WHO Susun Dokumen Penilaian Risiko Cegah Infeksi Corona

penilaiain risiko

Tujuan dari upaya bersama ini adalah untuk mempertimbangkan kesehatan semua pihak dalam kegiatan sepak bola, penilaian risiko dan faktor-faktor yang perlu ada agar sepak bola, baik di tingkat profesional maupun di tingkat amatir, dapat dilanjutkan dengan aman. 

BantenTribun.id- Federasi sepakbola dunia (FIFA) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyusun dokumen pertimbangan medis sebagai alat penilaian risiko terhadap infeksi virus Corona.

Dokumen disusun sebagai acuan sebelum sepakbola kembali digulirkan setelah vakum karena pandemi.

Dalam menyusun dokumen penilaian risiko, FIFA dan WHO juga melibatkan organisasi sepakbola regional seperti UEFA, Asosiasi klub Eropa (ECA), FIFPRO, Forum Liga Dunia dan Liga Eropa.

Tim penyusun telah berhasil membuat dokumen tersebut pada tahap awal sejak dimulai pada 16 April 2020 dengan judul Covid-19 : Medical Consideration For a Return to Footballing Activity.

Mereka yang menyusun panduan tersebut adalah para tenaga medis dari perwakilan FIFA, perwakilan tenaga medis dari enam konfederasi, konsultan eksternal serta pihak WHO.

Organisasi yang bertangungjawab terhadap perkembangan sepakbola dunia itu, sepertinya terdorong untuk bekerja sama dengan otoritas kesehatan dunia

Tujuan dari upaya bersama ini adalah untuk mempertimbangkan kesehatan semua pihak dalam kegiatan sepak bola, penilaian risiko dan faktor-faktor yang perlu ada agar sepak bola, baik di tingkat profesional maupun di tingkat amatir, dapat dilanjutkan dengan aman.

Rekomendasi kelompok dimaksudkan untuk dilaksanakan bersamaan dengan pedoman internasional dan nasional tentang kesehatan masyarakat dan pertemuan massa.

FIFA melihat, kemanan akan kesehatan individu dan masyarakat sepakbola menjadi sangat penting.

Prinsip panduan yang penting adalah bahwa dimulainya kembali kegiatan sepak bola tidak boleh membahayakan kesehatan individu atau masyarakat.

Selain itu, pengembalian untuk bermain harus didasarkan pada informasi kesehatan yang obyektif untuk memastikan bahwa kegiatan dilakukan dengan aman dan tidak berisiko meningkatkan tingkat penularan COVID-19 lokal. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.