Fakta Menarik Indonesia Selection vs Islandia

Fakta menarik indonesia selection vs islandia
Rifki Mokodompit saat Indonesia Selection Menghadapi Islandia. Foto: Antara

Pertandingan antara Indonesia Selection vs Islandia memang berakhir dengan kemenangan telak tim tamu dengan skor 0-6, namun banyak fakta menarik dibalik laga terebut.

Pandeglang, BantenTribun- Pertandingan antara Indonesia vs Islandia berakhir dengan skor 0-6. Laga tak seimbang itu digelar dalam guyuran hujan deras di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta ( 11/01). Indonesia kalah 1-0 di babak pertama dan dicukur 5-0 di babak kedua.

Meski menerima kekalahan telak, beberapa fakta menarik dalam pertandingan tersebut layak untuk dikedepankan. Berikut fakta-fakta tersebut diurai oleh BantenTribun.

 

Pemain Polling tertinggi tak langsung masuk Line-Up Indonesia Selection vs Islandia

Pemain Indonesia selection dipilih berdasarkan hasil polling PSSI dilaman resminya. Kendati begitu ternyata pemain dengan polling tertinggi tak lantas masuk tim inti.

Paling mencolok adalah posisi kiper.  I Made Wirawan yang mendapat polling sebanyak 71,025 suara ternyata tak dimainkan oleh Robert Rene Albert. Pelatih PSM Makasar itu lebih memilih Rifki Mokodompit untuk menjaga gawang Indonesia Selection hingga pertandingan usai.

Selain itu Hamka Hamzah  (88,621 suara) dan Raphael Maitimo (72,770 suara) juga tak langsung bermain, mereka harus menunggu di bangku cadangan sebelum akhirnya dimainkan Albert.

Namun apapun itu, Pelatih yang menggantikan Simon Mcmenemy itu nampaknya punya strategi sendiri yang dianggap mampu menahan laju serangan Islandia.

 

Kiper Islandia Harus Menunggu 11 Menit Sebelum Pegang Bola

Indonesia ditekan habis-habisan oleh Islandia sejak peluit babak pertama ditiup wasit. Kiper mereka pun terlihat santai dan baru memegang bola setelah pertandingan berlangsung selema lebih dari 11 menit.

Sebalikinya, Rifki Mokodompit harus berjibaku bin jungkir balik selama pertandingan karena menahan serangan tim peserta piala dunia itu dari berbagai sisi.

Serangan yang kurang massif dari “tim all star” ditambah kuatnya pertahanan Islandia rupanya membuat kiper tim tamu tersebut terlihat lebih santai.

 

Berhenti Karena Petir

Lebatnya hujan ditengah pertandingan membuat genangan air di Maguwoharjo terlihat jelas, dan pertandingan pun terus berlanjut.

Namun dibabak kedua, Wasit asal Jepang yang memimpin pertandingan itu akhirnya menghentikan permainan setelah mendengar gemuruh petir. Pertandingan akhirnya dihentikan sementara sekitar 10 menit.

Hebatnya Islandia mampu mencetak empat gol setelah jeda pertandingan itu.

 

Albert Gudmundsson “The Key”

Permainan Islandia terlihat konsisten, dengan ritme yang terjaga. Mereka mampu bermain bagus dalam menyerang dan bertahan.

Salahsatu pemain kunci tim Islandia yang terlihat apik mengawal lini tengah adalah Albert Gudmundsson.

Baca Juga: Pemain PSV otak dibalik tumbangnya Indonesia Selection

Meski tak mencetak gol, pemain PSV Eindhoven itu mampu mengatur alur bola terutama saat Islandia melakukan penyerangan.

Pemain 20 tahun itu mungkin satu-satunya sosok yang bermain untuk klub elit di eropa yang dibawa pelatih Islandia.

 

Bayu Gatra Menonjol

Meski digulung 6 gol tanpa balas, dan sulit melakukan serangan balasan. Beberapa pemain indonesia terlihat sesekali mampu mengelabui skuad Islandia.

Bayu Gatra Sanggiawan salahsatunya, pemain Madura United itu terlihat bermain cukup impresif.

Umpan matangnya ke Bambang Pamungkas nyaris membuat petaka untuk Islandia, sayang Bepe kalah cepat dengan bek Our Boys. (ajat s)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.