Ekspedisi Daendels, Menapaki Jejak Kerja Paksa Panarukan -Anyer dengan Sepeda Lipat

 

Saat start Ekspedisi Daendels komunitas Bikeberry dan 4G+ menyusuri jejak kerja rodi, Panarukan -Anyer (foto-BantenTribun)

Mengambil jalur Panarukan, Jawa Timur ke Anyer, Banten adalah untuk mengenang para pekerja yang gugur saat diberlakukan “Kerja Rodi membangun ruas jalan ini oleh bangsa penjajah. Komunitas Bikeberry dan 4G+ pun menempuh 1191 Km, dengan menggenjot sepeda lipat.

BantenTribun.id–Empat pesepeda anggota komunitas Bikeberry dan 4G+ melakukan perjalanan cukup panjang, mereka menyusuri Jawa Timur hingga Banten. Anggota tim terdiri dari Sartono Atmo (61), Edi Zulkarnaen (49), Hendry Liu (50) dan Moh. Sholihin (47) sebagai kordinator.

Memulai perjalanan pada Minggu, 8 November, dari kota Panarukan, Jawa Timur, menuju Probolinggo. Perjalanan ditempuh selama sehari. Keesokan harinya perjalanan dilanjut menuju Surabaya, Tuban, Rembang, Semarang, Pekalongan, Cirebon,Sumedang, Bandung, Cianjur, Bogor dan berakhir di Kota Serang, Banten, pada Kamis, 19 November.

Mengakhiri perjalanan sesuai rute yang direncanakan, pada Jumat (20/11), pukul 07.30 mereka start dari Alun – alun Kota Serang menuju titik akhir, yaitu Tugu  Nol Anyer, Kabupaten Serang, yang terletak  di ujung barat Pulau Jawa pada pukul 10.00 WIB.

“Alhamdulillah, Kami tiba di titik nol kilo meter Anyer dengan selamat, sesuai rencana awal,” ungkap Sholihin selaku kordinator.

Dari tiga belas kota yang disusuri, masing – masing kota ditempuh selama sehari dan menginap sebelum melanjutkan perjalanan esok harinya.

Sesuai perkiraan, jarak yang mereka tempuh sejauh 1191 kilo meter. Uniknya, mereka melakukan perjalanan tersebut menggunakan sepeda lipat.

Diungkapkan oleh Mohamad Sholihin, tujuan mengadakan perjalanan ini adalah berolahraga sambil mengenang hari pahlawan 10 November.

Mengambil jalur Panarukan, Jawa Timur ke Anyer, Banten adalah untuk mengenang para pekerja yang gugur saat diberlakukan “Kerja Rodi” membangun jalan ruas jalan Anyer – Panarukan oleh bangsa penjajah.

“Mereka yang gugur saat diberlakukan kerja rodi untuk membangun ruas jalan Anyer ke Panarukan harus juga dianggap sebagai pahlawan, karena atas kerja mereka yang dilakukan secara paksa oleh para penjajah, kita bisa menikmati jalan panjang yang ada di Pulau Jawa saat ini,” ungkap Sholihin saat dihubungi Banten Tribun.

Selain mengenang jasa para pahlawan, kegiatan perjalanan panjang ini juga sebagai ajang menjalin silaturahmi dengan komunitas sepeda di sepanjang jalur yang mereka lewati di masing-masing kota. Tak ketinggalan pulamereka mengunjungi objek wisata,  menikmati kuliner khas daerah di seluruh tempat yang mereka singgahi.

“Sembari menjalin silaturahmi dengan komunitas sepeda, menikmati kuliner khas daerah dan mengunjungi objek wisata sejarah masing – masing daerah yang kita lewati,” sambungnya.

Layaknya perjalanan panjang yang menempuh lebih dari seribu kilo meter dengan sepeda, dalam perjalan tak selalu melewati jalur mulus dan mendatar.

Dibeberapa daerah terdapat jalur yang menantang yang harus dilalui, misal, jalur yang dirasa ekstrim bagi pesepeda adalah Alas Roban, Nyalindung, Cadas Pangeran dan Puncak Bogor. Di jalur ini sangat terkenal tanjakan yang cukup menguras tenaga.

Saat tiba di Menara titik nol Anyer Serang Banten(foto-BantenTribun)

“Jalur terberat bagi kami adalah Cadas Pangeran, dimana saat melalui jalur ekstrim yang penuh tanjakan panjang sejak dari arah Majalengka ke Sumedang justru tengah hari yang sangat panas. Ini sangat menguras tenaga dan mempengaruhi mental kami” ujar mereka.

Tak hanya kendala cuaca, peristiwa ban bocor dan patah jari sepeda sebanyak lima kali juga melengkapi perjalan yang mereka alami.

Selain mengalami tantangan berat, hal – hal menyenangkan dan berkesan juga mereka alami, misalnya penyambutan komunitas sepeda atau yang dikenal istilah Goweser dibanyak tempat yang mereka lalui, termasuk saat singgah di sebuah bengkel sepeda di Bogor yang tak mau dibayar jasanya khusus bagi goweser. Kenikmatan lain tentu juga saat menikmati kuliner khas daerah.*(Nur.H/Red)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.