Dua Kepala SMP Pandeglang Tolak Mutasi dan Menangis

Suasana pelantikan 419 pejabat fungsional lingkup Disdikbud Pandeglang, di Pendopo,Senin(5/2). Dua orang Kepsek SMP menolak di mutasi dan menangis.(foto-kar-BantenTribun)
Suasana pelantikan 419 pejabat fungsional lingkup Disdikbud Pandeglang, di Pendopo,Senin (5/2). Dua orang Kepsek SMP menolak di mutasi dan menangis.(foto-kar-BantenTribun)

Dua orang kepala SMP Pandeglang,  menangis  dihadapan Sekretaris Daerah Ferry Hasanudin, dan mengaku menolak keputusan pelantikan promosi dan rotasi jabatan kepala sekolah yang diumumkan hari ini, Senin(5/2), di Pendopo Kabupaten Pandeglang. Kepsek yang menolak tempat penugasan baru tersebut merasa keberatan ditempatkan dilokasi jauh dari tempat tinggalnya.

Pandeglang, BantenTribun.id– Pelantikan promosi dan rotasi jabatan Kepala Sekolah, Pengawas, serta Koordinator Wilayah( Korwil) pengganti UPT, dilakukan serentak hari ini.

Sebanyak 242 orang Kepala SD, 85 orang Kepsek SMP, 56 orang Pengawas TK/SD, 2 Orang pengawas SMP, serta 34 orang Korwil, memenuhi ruangan pendopo Pandeglang, Senin(5/2). Namun, dibalik pelantikan 419 pejabat fungsional tersebut, terlihat beberapa raut wajah kecewa pasca pengumuman.

Bahkan, dua orang wanita yang menjabat Kepala SMP, sempat menangis dan terang-terangan menyatakan menolak dimutasi di depan Sekda Ferry Hasanudin, dengan menyampaikan alasannya.

Emah Naimah,  yang sebelumnya menjabat Kepsek SMPN 3 Picung, mengaku keberatan dimutasi ke SMPN 2 Cisata. Emah beralasan tempat tugas barunya terlalu jauh dari rumah tempat tinggalnya di Serang. Ia bahkan mengancam tidak akan melaksanakan tugasnya sebagai Kepsek ditempat barunya tersebut, jika penempatan mutasinya itu tidak ditinjau ulang.

“Kejauhan   Pak kalau harus ke Cisata, apalgi saya harus mengurus anak-anak yang masih kecil. Jika begini mah saya mendingan di rumah saja,” katanya usai pelantikan.

Senada dengan Emah, Onoh Nurafiah, yang sebelumnya menjabat Kepsek SMPN 1 Kroncong, juga merasa keberatan ditugas di tempat barunya SMPN 3 Banjar.

“Kalau saya bukan masalah jarak, tapi saya keberatan  karena SMPN 3 Banjar kan muridnya sedikit, masak saya harus merintis lagi, merintis lagi dari dulu,” ucap Onoh.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pandeglang, M.Olis Solihin, menyatakan meskipun kedua Kepsek tersebut tidak mematuhi Undang-undan ASN, namun pihaknya akan tetap mencoba mengevaluasi kembali kedua pejabat yang keberatan tersebut.

“benar, mereka tidak mengikuti aturan ASN, tapi disisi lain, kita akan coba pertimbangkan sisi kemanusiawiannya, kita akan  coba berikan kebijakan,” kata Olis.(kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.