Doomscrolling Selama PSBB, Apa dan Bagaimana Menghindarinya

Doomscrolling atau sering melakukan scroll dan swipe berita dan informasi di web atau sosial media, akan berdampak buruk bila yang diakses adalah informasi-informasi negatif.

doomscrolling

BantenTribun.id- Jakarta dan banyak daerah lain termasuk di Banten kembali menggelar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Hal itu seiring dengan makin meningkatknya kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19.

Penerapan PSBB berarti kembali terjadi pembatasan aktivitas masyarakat. Karyawan dan ASN kembali bekerja di ruma. Anak-anak juga tak lagi belajar tatap muka.

Artinya semua aktivitas akan lebih banyak dilakukan di rumah, dengan begitu penggunaan gadget juga meningkat.

Seperti diketahui, saat orang bekerja dengan gadget, konsentrasi biasanya akan terpecah. Gangguan sosial media, dan berita tentang Covid-19 akan terus bergiliran datang.

Bagi yang terpengaruh, maka mereka akan kembali tak henti untuk mengakses terus menerus atau dikenal dengan istilan Doomscrolling.

Apa itu DoomScroolling

Doomscrolling adalah aktivitas seseorang yang melakukan scroll atau swipe berita di gadeget, mengakses sosial media seperti twitter, instagram, facebook dan Whatsapp tak henti juga termasuk bagian dari istilah ini.

Seperti dikutip healthline. Lonjakan penggunaan Twitter melonjak hingga 24 persen semenjak masyarakat banyak diam di rumah selama pandemi. Pengguna facebook juga meningkat hingga 27 persen.

Selama PSBB tentu banyak orang akan menggunakan gadget untuk mengakses berita. Padahal banyak berita dan informasi yang isinya membuat khawatir, cemas bahkan takut.

“Saya merasa sangat khawatir anak-anak kembali ke sekolah, saya melakukan doomscrolling untuk mencari justifikasi bila mereka benar-benar aman bila mereka belajar di kelas dengan guru dan teman-temannya.” Ungkap Riri kepada BantenTribun, Senin 14 September 2020.

Ibu rumah tangga itu, sehari-hari menerima banyak informasi tentang Covid 19 baik dari feed google atau lewat Whatsapp yang langsung ditujukan ke nomornya atau di grup.

Pengaruh Doomscrolling

Silih berganti informasi soal Covid-19, peningkatan kasus, dan dampak buruknya  ke gadget. Membuat orang khawatir dan mencari solusi untuk melindungi keluarga dari virus itu.

Kondisi itu diamini oleh Dr. Cala Marie Manly, seorang psikolog klinis yang juga penulis buku Joy fro Fear.

“Banyak yang berpikir bahwa mereka merasa lebih nyaman dengan terus mengikut informasi terbaru tentang Covid. Namun mereka tidak sadar bahwa konsumi berita negatif hanya menambah rasa takut, cemas dan stres lebih parah.” Ungkap Manly pada healthline.com

Berkurangnya aktivitas rutin selama PSBB bahkan membuat sebagai orang kecanduan dengan Doomscrolling. Seperti ada sesuatu yang hilang bila mereka tak membuka dan swipe sosial media atau membaca berita baru.

Senada dengan Manyly, Dr. Leela R. Magavi seorang psikater dari Calfornia bahkan mengatakan Doomscrolling bisa mengganggu pikiran dan mendatangkan rasa cemas dari waktu-kewaktu.

“Dalam jangka panjang, doomscrolling dapat meningkatkan kadar kortisol dan adrenalin, yang keduanya merupakan hormon stres.” Ungkapnya.

Cara Menghindari

Berpikir positif dan mencari berita akurat, dengan sesekali melakukan Doomscrolling untuk berita menyenangkan atau menanangkan perlu dilakukan.

Bagi yang berpikiran positif, Doomscrollling bisa menjadi obat jenuh setelah melakukan banyak pekerjaan yang membosankan di depan gadget atau di depan layar monitor.

Kemampuan literasi media juga perlu diasah, seseorang harus pandai memilah dan menilai mana berita yang hoax atau bukan.

Bahkan bagi sebagaian lain dengan doomscrolling anda punya sumber-sumber terpercaya untuk menjelaskan perkembangan pandemi Covid-19 dengan utuh.

Intinya semua kembali kepada diri anda sendiri. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.