Dompet Dhuafa Terus Telusur Pencarian Korban Tsunami Selat Sunda

Korban Tsunami selat sunda baik di Pandeglang dan Lampung satu persatu ditemukan, dan tim Dompet Dhuafa berada dalam bagian itu membantu pihak-pihak lain yang berkompeten

korban tsunami
Aksi Dompet Dhuafa Telusur Korban Tsunami Pandeglang

PANDEGLANG, BANTENTRIBUN.ID— Terus menelusuri puing-puing beberapa reruntuhan dari penginapan-penginapan wilayah pesisir. Sejauh ini tim Dompet Dhuafa telah mengerahkan tim respon bencana ke lokasi bencana.

Dompet Dhuafa juga telah membangun dapur umum, membuka Aksi Layanan Sehat (ALS), assement psikologis serta evakuasi korban untuk meringankan beban korban tsunami pandeglang

Beberapa puing-puing penginapan menjadi fokus pencarian korban tsunami pandeglang. tim DD berusaha mencari korban-korban yang mungkin saja ada dibalik puing-puing itu.

Selain melakukan telusur dengan manual, beberapa pencarian yang dilakuan tim DD juga dibantu oleh alat-alat berat yang sudah dikerahkan oleh pemerintah setempat. 

Menurut drg. Imam Rulyawan MARS., Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi,  tim telah mengerahkan berbagai upaya untuk mendapat hasil terbaik. 

“Hingga sore ini, tim Barzah dengan mengerahkan tiga (3) kendaraannya telah mengangkut sejumlah jenazah korban bencana yang berada di Pandeglang,” terangnya.

Lebih lanjut Imam menuturkan Untuk mobil sudah mengantarkan jenazah ke Depok sedangkan mobil Barzah membantu proses evakuasi jenazah di Puskesmas Cerita, dan mobil Barzah ke tiga sedang menuju lokasi ke Pandeglang.

“Saat ini kebutuhan yang sangat mendesak bagi para pengungsi yaitu berupa logistik, Air Mineral, Susu, Makanan Bayi, Selimut, perlengkapan shalat hingga pakaian bagi bayi dan wanita”. tambah Imam

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam rilisnya (Minggu 23/12) pukul. 16.00 WIB, Kerusakan fisik meliputi 446 rumah, 9 hotel, 60 warung, 350 unit kapal dan perahu, dan 73 kendaraan rusak. Daerah yang terdampak di 10 kecamatan.

Lokasi yang banyak ditemukan korban adalah di Hotel Mutiara Carita Cottage, Hotel Tanjung Lesung dan Kampung Sambolo.Sementara jumlah korban tercatat 222 orang meninggal dunia, 843 orang luka-luka dan 28 orang hilang”.

“Tim Dompet Dhuafa tidak hanya berfokus di wilayah Banten, namun mengerahkan tim di wilayah Lampung Selatan dengan tim Dompet Dhuafa Lampung yang berkoordinasi dengan BNPBD maupun Basarnas.” 

dalam aspek pencarian para korban hingga pembukaan pos untuk kebutuhan para korban di wilayah tersebut, Tim Dompet Dhuafa Lampung hingga kini Minggu malam (23/12) dengan titik aksi di wilayah Desa Waymuli Timur,Kecamatan Rajabasa, telah menemukan korban sebanyak 17 orang meninggal dunia, 103 orang luka-luka, 58 orang hilang dan 70 % rumah rusak.

Tim medis Rumah Sakit (RS) AKA Medika Sri Bhawono turut terjun dengan beberapa dokter, perawat, bidan hingga tim medis untuk membantu para korban di wilayah Lampung Selatan.

Sejauh ini Dompet Dhuafa telah mendirikan Pos yang berada di Kecamatan Carita Kp. Cibeureum RT 17 RW 4, desa carita kecamatan carita, (depan SDN Carita 1), Pos Tanjung Lesung Kp. Cikadu Ds. Tanjung Jaya Kec. Panimbang Kab. Pandeglang, dan Pos Dompet Dhuafa Banten yang berada di Jl. KH. Sokhari No. 4C, Sumur Pecung, Kota Serang, Banten 42118 tutup drg. Imam Rulyawan MARS.

Cp Personel Lapangan :

FARHAN +6281212211313 (Tanjung Lesung)

GUNGUN +6285773562683 (Carita)

USMAN 082124009115 (Serang)”,

TENTANG DOMPET DHUAFA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.