Ditengah Pandemi, Penjualan Hewan Kurban di Pandeglang Sepi Pembeli

Penjualan hewan kurban di Pandeglang tahun ini sepi pembeli dibanding tahun lalu pada periode yang sama H-1. Menurunnya daya beli masyarakat ditengah Pandemi covid-19, menjadi faktor turun drastisnya penjualan ini.

penjualan hewan kurban
Rizal, pedagang hewan kurban di Kabayan Pandeglang

Pandeglang,BantenTribun.id-Hingga  satu hari jelang Hari Raya Idhul Adha 10 Zulhijah 1441 Hijriah, sejumlah pedagang hewan kurban di Pandeglang mengaku sepi pembeli.

Angka penjualan hewan kurban baik domba maupun kerbau menurun drastis dibanding penjualan pada periode yang sama tahun lalu.

Para pedagang hewan kurban, juga tidak berani mendatangkan atau menyetok hewan kurban dalam jumlah banyak seperti tahun sebelumnya.

Idhul Adha tahun di tengah kondisi Pandemi Covid-19, dan menurunnya daya beli masyarakat, menjadi pertimbangan pedagang hewan.

“Tahun ini saya tidak berani menyetok hewan kurban lebih banyak. Sudah seminggu lebih baru terjual 16 ekor Domba Garut, dari 30 ekor domba yang kami sediakan. Untuk Kerbau malah belum terjual sama sekali,” terang Rizal (26), pedagang hewan kurban yang membuka lapak di depan TPU Kabayan, Kelurahan Kabayan Pandeglang, kepada BantenTribun, Rabu (29/7/20).

Menurut Rizal, Sarjana Planologi sebuah PTS di Bandung ini, di tengah pandemi covid mengakibatkan  menurunnya daya beli masyarakat terhadap kebutuhan hewan kurban.

“Kalau tahun lalu dengan waktu yang sama atau H-1, kami sudah menjual sedikitnya 40 ekor domba,” ujarnya.

Harga hewan kurban di lapaknya, masih kata Rizal, dijual mulai dari Rp3,5 juta sampai Rp4,5 juta untuk jenis domba Garut. Sedangkan Kerbau didatangkan dari Banjaran dan dibandrol mulai Rp15 juta hingga Rp 23 juta.

Sepinya penjualan hewan kurban, juga diakui Herman, pedagang yang membuka lapak di Kampung Cikondang, pinggir  jalan Pandeglang-Serang.

“Tahun ini memang sepi penjualan disbanding tahun lalu, mungkin akibat korona kali ya,” ujarnya.

Kesehatan Jadi Perhatian Dalam Penjualan Hewan Kurban  

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Pandeglang, Diah Lukitaningsih, memastikan belum ditemukan penyakit berbahaya pada hewan kurban yang dijual pedagang tahun ini.

Menurutnya, sampai dengan hari ini, dari sejumlah pedagang hewan kurban yang tersebar di wilayah Pandeglang, hanya ditemukan penyakit ringan seperti sakit mata, yang biasanya diakibatkan oleh debu dalam perjalanan.

Menurut Diah, hewan kurban yang dijual pedagang dan  sudah diperiksa oleh Dinas Pertanian,   pedagang akan mendapatkan surat keterangan dan mendapat label di setiap hewannya.

“Pemeriksaan hewan kurban di lakukan hampir  di seluruh wilayah Pandeglang, dari mulai Cadasari hingga wilayah Pandeglang selatan. Tidak ditemukan penyakit berbahaya kecuali sakit mata. Hewan kurban  yang dijual umumnya sehat, dan layak untuk kurban,” terang Diah, lewat sambungan telepon.

Sampai Rabu ini, Dinas Pertanian sudah memeriksa 105 lapak pedagang, dengan jumlah hewan kurban yang diperiksa kesehatannya meliputi 2626 domba, 26 kambing, sapi 489 dan 271 kerbau.(kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.