Dinas Pertanian Pandeglang Ingin Bangun Kolaborasi

Kadistan Pandeglang, Budi S Januardi, saat menyampaikan paparan pentingnya kolaborasi dengan internal dan OPD lain, dalam pertemuan forum OPD di Gedung CAS Cikole, Rabu, 7/3, (foto-BantenTribun)
Kadistan Pandeglang, Budi S Januardi, saat menyampaikan paparan pentingnya kolaborasi dengan internal dan OPD lain, dalam pertemuan forum OPD di Gedung CAS Cikole, Rabu, 7/3. Pertemuan dihadiri Kepala Bappeda, Inspektorat, Distan Provinsi Banten, dan OPD rumpun hijau.  (foto-BantenTribun)

Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Kabupaten Pandeglang, H. Budi S Januardi, ingin membangun kolaborasi baik dengan internal maupun OPD lain di Lingkup Pemkab Pandeglang yang memiliki relasi kuat dengan dinas yang dipimpinnya.

Pandeglang,BantenTribun.id – Keinginan itu disampaikan Kadistan saat dirinya memberikan materi dalam acara Forum OPD / Forum lintas OPD yang dilaksanakan di Aula CAS Waterpark Cikole, Kecamatan Majasari, Rabu (7/3).

Dalam kegiatan rutin tahunan itu, Budi menyatakan bila Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang sulit mencapai sasaran RPJMD maupun sasaran strategis OPD yang dipimpinnya bila tidak didukung oleh OPD lain seperti Dinas PUPR dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Pembangunan irigasi misalnya, Budi menyatakan dinasnya hanya fokus pada pembangunan irigasi tersier atau biasa disebut ‘irigasi cacing’ yang langsung menyalurkan air ke sawah petani. Kondisi itu tidak mungkin tercapai (air mengalir ke sawah) bila tidak terintegrasi dengan Dinas PUPR khususnya bidang Sumber Daya Air yang membangun Irigasi Sekunder.

“Kami ingin membangun kolaborasi dengan PUPR soal integrasi irigasi. Hal itu pun sudah di inisiasi saat saya masih menjabat Kabid Fisik Bappeda.” Kata Budi.

Sebagai Kepala Dinas Pertanian, Budi yang alumni Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran (Unpad) itu mengaku memiliki beban untuk misi Bupati terkait dengan meningkatnya nilai tambah sektor pertanian.

Menurut Kadistan, nilai tambah sektor pertanian salahsatunya dapat ditempuh melalui pembangunan pusat pelatihan agribisnis dan pembangunan Agroindustri Pertanian. Hanya saja Budi mengaku bukan hal mudah untuk mewujudkan hal itu.

Kadistan mencoba membangun konsep Rumah Pintar Petani sebagai jawaban terhadap keinginan Bupati dan Wakil Bupati dalam membangun pusat pelatihan agribisnis.

Konsep Rumah Pintar Petani (RPP) menurutnya, akan memfungsikan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di beberapa Kecamatan sebagai Center of Excellence dimana petani dan penyuluh melakukan interaksi sehingga mampu mempercepat daya adopsi petani.

“Saya mencoba menjawab keinginan bupati (Pusat Pelatihan Agrobisnis) dengan memfungsikan BPP sebagai Rumah Pintar Petani.” Ungkap Budi.

Sementara terkait dengan Pembangunan Pusat Agroindustri, Kadistan mengaku hal itu tidak mungkin terwujud tanpa kolaborasi dengan berbagai stakeholder baik Disperindag, Bappeda, Pelaku Utama, Pelaku Usaha dan lain sebagainya. (Adv Distan/kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.