Dinas Ketahanan Pangan Pandeglang Dorong Sinergi Wujudkan PSAT yang Aman

 

Rapat koordinasi jejaring keamanan pangan daerah yang digelar Ketapang salah satu upaya mendorong OPD dan intansi terkait untuk saling bersinergi mewujudkan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) di Pandeglang(DKP/cok)

Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) merupakan pangan yang berisiko tinggi terhadap cemaran kimia yang apat mengganggu kesehatan manusia. Perlu kebijakan penanganan keamanan pangan untuk menjamin tersedianya pangan segar yang aman untuk dikonsumsi agar masyarakat terhindar dari bahaya. Dinas Ketahanan Pangan Pandeglang pun mendorong OPD dan Instansi lain untuk bersinergi mewujudkan PSAT

Pandeglang, BantenTribun.id– Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) belakangan ini mendapat perhatian khusus, karena membanjirnya produk buah dan sayuran segar di pasaran. Kebijakan penanganan keamanan pangan diarahkan untuk menjamin tersedianya pangan segar yang aman untuk dikonsumsi agar masyarakat terhindar dari bahaya.

Pemerintah Kabupaten Pandeglang melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) terus mengedukasi masyarakat tentang keamanan pangan, pelaku usaha di bidang pangan dan masyarakat selaku konsumen untuk menjaga keamanan pangan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Rapat koordinasi jejaring keamanan pangan daerah yang digelar Ketapang salah satu upaya mendorong OPD dan intansi terkait untuk saling bersinergi mewujudkan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) di Pandeglang yang digelar di hotel S Rizki beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Mohamad Amri, mengatakan tujuan diadakannya Rakor tersebut adalah untuk mendorong OPD dan intansi terkait untuk saling bersinergi mewujudkan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) di Kabupaten Pandeglang.

“Sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Pandeglang Nomor : 520/Kep.115-Huk/2019 tentang Pembentukan Tim Koordinasi Jejaring Keamanan Pangan Daerah, dalam SK tersebut dijelaskan masing-masing fungsi  OPD terkait, seperti Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Diskomsantik, Dinas Kesehatan, Bappeda dan Satpol PP, BPOM dan lainnya”, papar Amri.

Amri juga menjelaskan, Rakor ini untuk mempercepat perumusan Peraturan daerah terkait Keamanan Pangan Daerah dengan mengundang dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten dan BPOM Serang.

“Agar dapat menjelaskan masing-masing kewenangan masalah keamanan pangan antara instansi vertikal, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten”,ujarnya.

Tak hanya itu, melalui  Bidang Keamanan pihaknya telah melakukan berbagai kegiatan tentang keamanan pangan yang melibatkan  para pelajar, guru honorer dan pelaku usaha.

Berdasarkan catatan Bidang Keamanan, mereka telah membentuk Kelompok Pengawasan Keamanan Pangan bagi pelaku usaha yang berasal dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Kecamatan Cibaliung pada 13 Februari 2019 sebanyak 60 orang, di Kecamatan Cibitung sebanyak 60 orang.

Kepala Bidang Keamanan Pangan Daman Huri mengungkapkan, setelah kelompok  pengawasan terbentuk,  para pelaku usaha diberikan ilmu supaya produk PSAT yang mereka hasilkan tidak tidak mengandung bahan kimia seperti pestisida

“Selain itu kita juga memberikan alternatif lain,  dengan memberikan pestisida nabati. Kegiatan tersebut kita juga menggandeng praktisi-praktisi yang berpengalaman di pertanian,” terangnya.

Kemudian, edukasi keamanan pangan bagi pelaku usaha di Kecamatan Mekarjaya pada 12 Maret lalu sebanyak 70 orang, di kecamatan Jiput  pada 13 maret sebanyak 70 orang dan kecamatan Banjar pada 5 Maret. Tujuan sama untuk mengedukasi tentang keamanan pangan

Kaum pelajar dan guru honorer juga turut mendapatkan perhatian dari Ketapang tentang edukasi tentang keamanan pangan. Puluhan siswa serta guru honorer di Kecamatan Cisata  yang digelar di Aula SMAN 10 Pandegang dan Kecamatan Cikedal yang digelar di Aula SMAN 11 Pandegang.

Dengan menggandeng Balai POM kata Daman, para guru dan siswa menjadi agen Ketapang untuk  menyampaikan informasi mengenai keamanan pangan kepada keluarga dan masyarakat umum.

“Untuk para siswa, bahwa bahaya pangan itu bisa dimana saja. Setelah kita kasih penyuluhan dan mereka jadi tahu misalnya dimakanan itu ada campur bahan-bahan. Hal itu bisa menyalurkan informasinya kepada kepada keluarganya. Dan siswa yang telah mendapatkan penyuluhan mereka kita jadikan agen kita. Sehingga informasi keamanan pangan tersebar ke masyarakat luas,”harapnya.

Kasi Pengawasan Keamanan Pangan, Suhaesi, menambahkan Ketapang juga melakukan pengawasan terhadap Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) yang beredar di pasaran serta di kebun warga. Seperti Cabe rawit, terong dan jamur tiram yang kemudian  diambil sempelnya untuk diuji ke laboratorium.

Menurutnya, jika setelah keluar hasil uji laboratorium positif menggunakan pestisida. pihak Ketapang akan memberikan penyuluhan para petani supaya tidak menggunakan pestisida yang berlebihan. Pihaknya tak menampik sangat sulit para petani  untuk tidak menggunakan pestisida.

“Kita terus memberikan sosialisasi supaya mengurangi penggunaan pestisida atau tidak menggunakan pestisida nabati karena lebih aman,”tandasnya. (Adv/DKP/cok)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.