Dikontrak Rp 180 Juta, Wisma PKPRI Resmi Jadi Tempat Isolasi OTG

Setelah beberapa bulan menghadapi Pandemi Covid 19, Pemkab Pandeglang Bulan Oktober ini resmi punya tempat Isolasi untuk kasus Orang Tanpa Gejala.

tempat isolasi otg
Pjs Bupati Pandeglang, Gunawan Rusminto Usai meresmikan Wisma PKPRI sebagai tempat isolasi OTG untuk yang postif Covid 19 dan berstatus OTG. Foto/Humas Pandegalng

BantenTribun.id- Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Pandeglang Gunawan Rusminto akhirnya meresmikan Wisma PKPRI sebagai tempat isolasi. Gunawan mengaku bersyukur adanya tempat isolasi mandiri selain rumah warga di Pandeglang.

“Ini hasil kerjasama yang baik antar stake holder di Pandeglang. Saya bersyukur dan berterima kasih bagi yang sudah bekerja simultan dari awal hingga sekarang, dalam penanganan Covid 19.” Ungkap Gunawan Rabu 14 Oktober 2020 di Wisma PKPRI.

Gunawan juga mengatakan semoga kehadiran tempat isolasi seperti di Wisma PKPRI dapat mengendalikan sebaran Covid 1i di Pandeglang.

Ia pun berharap, warga Pandeglang tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. “Jangan lupa tetap jaga jarak, menggunakan masker dan rajin cuci tangan.” Ungkapnya.

Wisma yang berlokasi di Jalan Raya Pandeglang-Labuan KM 2 Kecamatan Majasari akan jadi tempat Isolasi Mandiri bagi warga yang terkonfirmasi positif Covid 19 dan berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG).

Seperti diberitakan BantenTribun beberapa hari lalu, tempat Isolasi Mandiri seperti Wisma PKPRI diperlukan agar OTG dipantau lebih efektif.

“Soalnya masih ada warga yang positif dan isolasi mandiri di rumah, ternyata menularkan pada yang lain.” Ungkap Kepala BPBD Surya Darmawan.

Sementara menurut ASDA 1 yang juga bagian dari Satgas Covid 19 Kabupaten Pandeglang Ramadani, Wisma PKPRI akan digunakan selama 3 bulan untuk karantina OTG.

“Wisma PKPRI kita sewa, harganya sekitar Rp 180 juta untuk  3 bulan sampai dengan Desember. Ada tidak ada yang masuk ke tempat isolasi itu tetap dihitung, durasinya 3 bulan.” Terang Ramadani.

Ramadani juga menuturkan bila Wisma PKPRI bisa digunakan oleh siapapun yang berstatus OTG. “Syaratnya bawa surat pengantar dari Puskesmas, jika sudah selesai nanti Dinas Kesehatan akan mengeluarkan surat selesai isolasi.” Jelasnya.

Mantan Kepala BPKD Pandegang itu juga mengatakan akan ada petugas piket yang akan memudahkan urusan warga yang berstatus OTG.

“Ada dua shift, yang pertama mulai jam 8 pagi hingga 8 malam. Kedua dari jam 8 malam hingga 8 pagi.” Pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.