Diduga Menganut Aliran Sesat, Rumah Noldi Warga Desa Cikadu Digeledah

Rumah Noldi dipolisline
Rumah terduga aliran sesat di Desa Cikadu Cibitung Pandeglang, dipolisline untuk pemeriksaan (foto-NG-BantenTribun)

Kejadian seperti di Cikeusik beberapa tahun lalu diharapkan tidak terulang. Khawatir ada yang memprovokasi, Pasutri warga Desa Cikadu Kecamatan Cibitung Kabupaten Pandeglang, terduga penganut aliran sesat itu segera diamankan.

Pandeglang,BantenTribun.id – Rumah Pasutri ND dan MH, di Kampung Gadog, Desa Cikadu, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang, disatroni puluhan warga. Aksi yang dilakukan pada Sabtu (25/11/2017) itu merupakan buntut dari kecurigaan warga sekitar terhadap pasangan suami istri ND dan MH. Keduanya disinyalir penganut aliran sesat.

Dedi Taftajani, Camat Cibitung membenarkan, adanya dugaan warganya yang menganut aliran sesat.

Pasutri itu dianggap telah menimbulkan  gejolak di masyarakat. Pihak Kecamatan, kata Dedi, sudah mengamankan ND dan istrinya Milah (MH) ke kantor kecamatan.

“Hari sabtu kemarin kita amankan ND dan MH tersebut, untuk menjaga keamanan. Mereka sudah dibawa ke Polres Pandeglang. Sebab, kita tidak mengharapkan kejadian seperti di Cikeusik beberapa tahun lalu bakal terulang. Warga disini khawatir ada yang memprovokasi,” kata Dedi, Senin (27/11/2017).

Menurut Dedi, warga sekitar sudah mencurigai aktifitas pasutri tersebut sejak lama. Tetapi baru diketahui bulan-bulan ini. Selama ini di rumah kediaman terduga tersebut tidak ada aktifitas yang mencurigakan, seperti pengajian atau yang lainnya.

“Memang dia sudah dua tahun tinggal disini, dan warga mencurigainya sudah lama. Karena kemarin itu warga melihat di Facebook, sehingga warga beraksi. Pasutri itu diduga beraliran sesat, karena mereka menganggap sahadat dan menilai Allah itu harus berwujud. Hal inilah yang menimbulkan reaksi di masyarakat,” tuturnya.

Dengan adanya kejadian tersebut katanya, pihak kecamatan melakukan penjagaan dan menghimbau kepada masyarakat, agar tidak berbuat anarkis.

“Kita tetap berjaga-jaga bersama aparat kepolisian, agar tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan,” katanya.

Sementara itu wakapolres Pandeglang Kompol Nurahman, membenarkan saat ini pihaknya sudah mengamankan pasutri tersebut. Apalagi, masyarakat sekitar berharap agar mereka tidak kembali lagi ke kampungnya.

“Kita sedang meminta keterangan keduanya, karena masyarakat berharap agar mereka tidak kembali lagi kesana. Nanti kita gelar perkaranya, sekarang sedang mau sertijab Kapolres,” tuturnya.(NG)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.