Dari Yonex Hingga Under Armor, Ramai-Ramai Jual dan Produksi Masker

yonex

Masker, benda itu kini bukan komoditas biasa, ia adalah benda yang memiliki arti penting bagi manusia, khususnya dimasa Covid-19.

BantenTribun.id– Wabah corona membuat masker menjadi kebutuhan hampir seluruh manusia di dunia. Drop let adalah penyebabnya.

Infeksi corona dimulai dari droplet orang yang positif, dan masker diharapakn dapat mengurangi risiko itu.

Di Jepang, masker menjadi produk paling dicari saat ini, brand-brand ternama mulai melirik masker untuk di produksi kemudian diedarkan di pasar.

“Di era pandemi virus corona, masker bukan lagi komoditas biasa, ia memiliki arti penting” ungkap Masahito Namiki, CEO Konsultan Branding Interbrand Jepang, pada Nikkei Asian Review.

Uniqlo, Under Armor, Mizuno hingga Yonex mulai mencooba melirik masker sebagai produk potensial.

Uniqlo meluncurkan masker AIRism, sebuah masker yang dianggap dingin dan cepat kering. Masker seharga $ 9 itu lumayan laris di Jepang.

Sejalan dengan Uniqlo, Under Armor, sebuah brand sport wear asal Amerika juga mulai menggarap masker sebagai diversifikasi produk.

Mereka mendapat pesanan untuk UA Sportmasks yang reusable. harganya pun lumayan, sekitar 3000 yen ($ 28). Hasilnya. Tapi peminat masker ini cukup tinggi. Alhasil, 30,000 stok terjual habis hanya dalam satu jam.

Selain Uniqlo dan Under Armor, Mizuno dan Yonex juga tidak mau ketinggalan, kedua perusahaan yang akrab dengan dunia olahraga itu mulai memproduksi dan menjual masker.

Mizuno membuat masker dari bahan triko yang lembut, bahan yang biasa digunakan untuk pakaian renangnya dan djual 850 yen.

Sementara Yonex membuat masker dengan campuran xylitol, bahan kimia yang digunakan untuk pemanis permen karet.

Perusahaan yang terkenal dengan produksi raket itu, mengklaim masker mereka sanga cocok untuk menyerap panas namun pemakainya tetap merasa dingin. Masker Yonex dijual seharga 3,696 yen.

Selanjutnya, ada hal yang menarik dari ramainya produsen olahraga yang beralih memproduksi dan menjual masker.

Takahiro Kazahaya, seorang analis liter di Credit Suisse Securites mengatakan, ada harapan dari konsumen khususnya soal kualitas, jika memakai masker branded. “Pertanyaannya apakah produsen bisa memenuhi harapan itu”. tanya Kazahaya.

Senada dengan Kazahaya, Mike Allen, seorang analis di Jepang juga menyatakan, produsen masker branded, berharap dapat menarik pelanggan untuk datang ke gerai dan membeli masker. “Orang banyak yang tidak belanja di masa pandemi, masker diharap menjadi alasan orang berkunjung ke gerai.” Ungkap Allen. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.