Dari Lahan Kubur, Wanita Renta ini Berusaha Hidupkan Dapur

Wanita renta berumur 67 tahun ini, mulai mengayunkan cangkulnya menyiangi rumput yang tumbuh di sekitar lahan kubur Ciekek Karaton. Dari lahan inilah ia jalani hari-hari bersama suaminya dan berharap memperoleh rizki untuk menghidupkan dapurnya agar tetap “ngebul”.

lahan kubur
Dua wanita renta ini tetap membersihkan kubur di TPU Ciekek, demi untuk dapur (foto-BantenTribun)

Pandeglang, BantenTribun.id- “ Mohon maaf ya ahli kubur…” Suara lirih terdengar dari mulut Yati Umar, saat mulai mengayunkan cangkul membersihkan rerumputan yang mulai tumbuh di sekitar lahan kubur di tempat pemakaman umum (TPU) Ciekek Karaton, Kecamatan Majasari, Pandeglang.

Tempat tinggalnya memang berdempetan langsung dengan lahan kuburan, tanpa pembatas.

Ia mengaku sudah hampir sepuluh tahun melakoni pekerjaan itu meskipun tanpa honor atau upah pasti.

“ Sudah hampir 10 tahun saya kerja membersihkan rumput disini. Kadang dibantu kakak saya juga, “ terang Yati saat ditemui BantenTribun, Selasa, 2 Juni 2020.

Menurutnya, meskipun tanpa digaji atau honor pasti, ia akan tetap bekerja membersihkan rerumputan agar peziarah  merasa nyaman jika datang berziarah.

“Kalau peziarah yang peduli kadang manggil dan ngasih uang jajan. Yang nggak peduli ya boro-boro, ngucapin nuhun juga ngga,” kata nenek dari 4 anak ini.

Yati menceritakan, saat menjelang lebaran atau puasa lalu, peziarah di TPU ini sangat sepi lantaran banyak yang khawatir dengan virus korona.  Kondisi ini tentu saja sangat mempengaruhi pendapatannya yang turun drastis.

“Kalau ramai peziarah, kadang dapat Rp 70 sampai Rp100- ribuan. Lebaran kemarin mah paling Rp25 ribuan. Mungkin pada takut  korona.” Imbuhnya.

Meskipun begitu, ia tetap bekerja membersihkan rerumputan agar peziarah yang datang merasa senang.

“ Urusan rizki biar Gusti Allah yang ngatur, Nenek mah bisa buat ngopi aja bersukur,” ucapnya.

Yati menuturkan jika sebulan yang lalu ia sempat diminta fotokopi KTP dan KK oleh pengurus RT agar mendapatkan bantuan sosial tunai terdampak covid-19. Namun hingga kini ia tidak mendapat kabar kejelasan.

“Belum dapat bansos, kalau data mah sudah sebulan lalu. Mudah-mudahan saja dapat, jangan sampai yang kaya malah dapat uang bantuan,” harapnya.

“Iya mudah-mudahan saja bantuan uang pemerintah itu sesuai buat orang miskin, bukan yang mampu malah dapat,” imbuh Ijah (69), kakak kandung Yati.

Diujung perbincangan, dua wanita renta pembersih kuburan ini juga mendoakan agar wabah virus korona cepat berakhir.  *(kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.