Dari Beasiswa Hingga Fasilitas Kerja, Cara Pemkot Tangsel Tingkatkan Kualitas ASN

Cara Pemkot Tangsel meningkatkan kualitas ASN bisa dibilang lebih baik, karena memberikan kemudahan dalam beberapa aspek, termasuk beasiswa bagi ASN yang masih ingin melanjutkan pendidikan.

pemkot tangsel
Wakil Walikota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie saat memberikan arahan dalam evaluasi Sistem Merit bersama Komisi ASN RI, di Ciputat, Tangsel, Senin(20/7)

BantenTribun.id- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan termasuk salahsatu Kota di Banten yang terus membenahi kualitas aparaturnya.

Kota yang dipimpin oleh Airin Rachmi Diany itu bahkan telah melakukan kerjasama dengan pihak ketiga, yaitu Universitas Indonesia untuk meningkatkan kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Kami sudah berkerjasama dengan Universitas Indonesia (UI), dimana Pemkot menyediakan beasiswa untuk ASN yang mau meneruskan pendidikan di UI,” ungkap Wakil Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie, saat melakukan verifikasi Sistem Merit bersama Komisi ASN Republik Indonesia, di Ciputat, Tangsel, Senin(20/7).

Benyamin juga menambahkan selain dengan UI, pihaknya juga telah melakukan kerjasama serupa dengan Universitas Padjajaran (Unpad).

Bukan hanya beasiswa, cara Pemkot Tangsel meningkatkan kualitas aparaturnya juga dengan menerapkan evaluasi atas kebutuhan dan fasilitas ASN.

“Bersama walikota kami sering melakukan evaluasi, hal tersebut di lakukan untuk melihat kebijakan apa yang harus ditambah, atau diperbaiki, dan fasilitas apa yang diperlukan agar kualitas ASN dan layanannya kepada masyarakat tersu meningkat,” terang Benyamin.

Lebih lanjut verifikasi Sistem Merit juga bagian dari evaluasi yang dilakukan Pemkot Tangsel.

Lewat sistem tersebut, Pemkot Tangsel ingin kebijakan dan manajemen ASN didasarkan pada kualifikasi, kompetensi dan kinerja secara adil tanpa membedakan faktor politik, ras, agama, asal-usul, jenis kelamin, kondisi kecacatan, kedekatan dan sebagainya.

Selain terus membenahi kinerja ASN, Benyamin juga mengaku terus memperhatikan nasib pegawai Pemkot yang berstatus non ASN. “Kami ingin memastikan pegawai Pemkot Tangself yang berstatus non ASN mendapatkan berbagai jaminan pekerjaan, salahsatunya BPJS ketenagakerjaan.” Terangnya.

Untuk mempermudah kontrol dan pengelolaan ASN, Pemkot Tangsel juga telah membangun aplikasi kepegawaian yang dikenal dengan Layanan Administrasi dan Informasi Kepegawaian (LASIK).

“Melalui LASIK, para ASN dapat dilayani dengan cepat, karena dikelola langsung oleh OPD terkait, hal itu akan berpengaruh pada proses administrasi yang lebih baik dan efektif, sesuai harapan ASN di Pemkot Tangsel,” pungkas Benyamin. (humastangsel/kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.