Dapat Kuota Gratis, Disdikbud Pandeglang Minta Guru Tidak Beri Beban Psikologis

Dapat kuota gratis dari pemerintah selama 4 bulan, Disdikbud Pandeglang meminta guru agar bisa berperan menjadi mentor dan tidak memberikan tugas berlebihan yang dapat menimbulkan beban psikologis bagi siswa ataupun orangtua.

Tiwi, salah seorang siswa SMP, mengerjakan tugas sekolah dengan kuota gratis (fotoilustrasi-Nur-BantenTribun)

Pandeglang, BantenTribun.id- Kuota gratis  untuk guru dan siswa yang diberikan pemerintah selama 4 bulan, diharapkan bisa meringankan beban dan mendukung pembelajaran jarak jauh (PJJ) di masa pandemic.

Menurut Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pandeglang, Sutoto, besaran kuata gratis yang  diberikan, disesuaikan dengan jenjang satuan pendidikan dari tingkat PAU, SD dan SMP ini disalurkan mulai September hingga Desember 2020.

Untuk Guru PAUD, SD dan SMP mendapat subsidi kuota sebesar 42 GB,  terbagi 5 GB Kuota Umum dan 37 GB Kuota husus belajar.

Untuk siswa PAUD atau orang tuanya, mendapat subsidi kuota sebesar 20 GB, terbagi  5 GB kuota umum dan 15 GB kuota husus belajar.,

“Bagi siswa SD dan SMP masing-masing mendapat subsidi kuota sebesar 35 GB, terbagi 5 GB kuota umum dan  30 GB kuota husus belajar,” terang Sutoto, kepada BantenTribun, Kamis, 24 September 2020.

Sutoto, Sekdis Disdikbud Kabupaten Pandeglang

Dengan adanya kuota gratis di masa pandemic yang mengharuskan anak belajar dari rumah ini, masih kata Sutoto, guru diharapkan bisa berperan sebagai mentor atau tutor bagi semua orang tua siswa atau wali murid, sehingga mereka dapat mendampingi anak-anaknya belajar di rumah dengan bimbingan guru.

“ Bupati Irna juga sudah menghimbau agar guru tidak memberikan tugas dan soal-soal latihan yang bisa membebani psikologis  siswa dan orangtua,” ujar Sutoto.

Selain itu, Sutoto juga mengingatkan agar semua pihak memanfaatkan  video pembelajaran yang sudah dibuat untuk panduan orangtua agar bisa mendampingi anak-anaknya belajar dari rumah.

“ Selama 17 hari, sejak  7 September lalu,  sudah terkumpul 1.100 video pembelajaran hasil karya kreatif Guru PAUD, SD, dan SMP, serta Pamong Belajar SKB dan tutor PKBM,” jelasnya.

Kepala Disdikbud Kabupaten Pandeglang, Taufik Hidayat, juga mengingatkan pihak sekolah semua tingkatan, untuk tidak menjual buku lembar kerja siswa  (LKS) kepada orangtua siswa, dengan alasan apapun.

“Guru dilarang keras menjual buku atau LKS ke orang tua siswa dengan alasan apapun. Jika ditemukan, akan ada sangsi tegas,” ujar Taufik.*(kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.