Dandim Pandeglang Ajak Petani Gunakan Pupuk Cair Temuan TNI

TNI tak “melulu” identik dengan senjata. Buktinya Bios 44, pupuk organic cair hasil temuan prajurit ini mampu mendongkrak lahan lebih produktif.  Komandan Kodim 0601 Pandeglang, Letkol Kav. Dedi Setiadi, pun mengajak petani Pandeglang beralih menggunakan pupuk cair temuan TNI ini.

Bios 44 pertama kali diciptakan oleh Kepala Staf Kodam (Kasdam) III/Siliwangi, Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo beberapa tahun lalu, hasil kerja bareng pakar biokimia molekuler, Prof Muhammad Tamim Pardede.

 

bios  44 pupuk cair temuan tni
Dandim Pandeglang, Letkol Kav. Dedi Setiadi di dampingi Danramil Cimanuk, saat meninjau demplot pertanian yang menggunakan Bios 44, pupuk cair temuan tni di Cimanuk, Jumat,14/8/20, ( foto ist-BantenTribun)

 

Pandeglang, BantenTribun.id—Ajakan Dandim Pandeglang, Letkol Kav. Dedi Setiadi ini disampaikan saat sosialisasi penggunaan pupuk organic cair kepada Kelompok Tani (Poktan) Bantarjaya II di Desa Batubantar, Kecamatan Cimanuk, Jumat, 14 Agustus 2020.

Ia mengimbau agar petani di Kabupaten pandeglang, khususnya di Kecamatan Cimanuk, untuk beralih menggunakan Bios 44 di lahan pertaniannya.

Pemakaian produk ini diyakini mampu memberikan banyak manfaat untuk dunia pertanian, dan terbukti ampuh untuk menyuburkan tanah.

“Bios 44 adalah bahan permentasi dan dapat mempercepat proses pembusukan materi organik lahan sekaligus meningkatkan PH tanah menjadi Normal,” jelas Dandim.

Meski sebelumnya, ide awal munculnya Bios 44 untuk mencegah kebakaran pada lahan yang mudah terbakar terutama lahan gambut, namun selanjutnya berkembang dan dapat digunakan untuk mengurai tanah tandus menjadi lebih subur.

Sekarang temuan prajurit itu selain  bisa digunakan untuk pengembangan budidaya perikanan,juga dapat menyuburkan tanah untuk meningkatkan produktifitas hasil pertanian.

Memakai produk bio organik ini, masih kata Dandim Dedi Setiadi, tidak merusak tanah karena terbuat dari bahan-bahan alam.

“Bios 44 ini adalah bahan permentasi dan dapat mempercepat proses pembusukan materi organik lahan sekaligus meningkatkan PH tanah menjadi lebih bagus dibanding menggunakan pupuk kimia. Hasil panen menjadi lebih banyak, tanah menjadi subur dan hama tanaman menjadi berkurang,” tuturnya.

Menurut Danramil Cimanuk, Kapten Inf Ruiyat, pembinaan terhadap petani di wilayahnya rutin dilakukan petugas Babinsa untuk mensosialisasikan manfaat pupuk Bios 44 untuk lahan pertanian, perternakan dan perikanan.

“Uji coba yang telah dilakukan di wilayah pertanian dan perikanan  Poktan Bantar jaya dinilai sudah berhasil karena terlihat perbedaan antara yang memakai Bios 44 dan yang tidak,” terang Ruiyat.

“Perbedaan tanaman padi yang memakai pupuk cair temuan tni yakni Bios 44, dari fisik terlihat lebih besar dan padi lebih berisi. Sedangkan untuk Ikan lele dan Nila, nafsu makan tinggi dan cepat besar sehingga petani bisa lebih cepat panen dibandingkan tidak menggunakan pupuk Bios 44” imbuh Danramil.

Menurut Ketua Kelompok Tani Bantar Jaya II  Ucung Jawahir, dari demplot dilahan seluas 1500 meter dengan  pemakaian  Bios 44, hasil pertanian menjadi lebih banyak dibandingkan yang tidak memakai pupuk tersebut.  Selain itu, pada ternak Lele dan Nila Merah yang diberi pakan dicampur dengan bios 44, ukuran ikan menjadi lebih besar  waktu panen lebih cepat.

” Saya sangat berterimakasih kepada Dandim 0601 Pandeglang yang sudah berkunjung, sekaligus mensosialisasikan manfaat pupuk Bios 44, juga Babinsa yang selalu rutin memberikan arahan dan himbauan terhadap petani.  Insya Allah sangat bermanfaat bagi kami” kata Ucung Jawahir. (kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.