Dampak Sosial Ekonomi Akibat Covid-19, Di Banten Lahir 134.600 WMB

 

Oleh : Aisah Pasya

(Mahasiswi Program Studi Ilmu Administrasi Publik – Fisip UNTIRTA)

  Dampak Sosial Ekonomi Akibat Covid-19 pada Masyarakat  Banten, telah melahirkan 134.600 Warga Miskin Baru (WMB). Munculnya warga miskin baru tersebut menyebabkan angka kemiskinan di Banten juga meningkat menjadi 5,92 persen.

Wabah virus Corona yang dimulai sejak akhir tahun 2019 di Wuhan China kini menyebar ke seluruh dunia. Hingga pertengahan September 2020, virus corona telah menginfeksi 215 negara dengan penderita lebih dari 27 juta jiwa. Inilah yang menyebabkan pada awal bulan maret 2020 beberapa negara melakukan penutupan akses keluar masuk antar negara (lockdown) guna menghindari penyebaran yang semakin meluas.

Covid-19 sudah dideklarasikan sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat secara  Global (Global Public Health Emergency) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 30 Januari 2020.

Covid-19 adalah penyakit baru, dimana penelitian terkait penyakit ini masih sedikit. Diperlukan informasi yang berbasis bukti (evidence base) tentang perawatan, pengobatan, maupun informasi lainnya terkait penyakit COVID-19 ini.

Akibat adanya Covid-19, banyak sektor yang terkena imbasnya seperti sektor parawisata, sosial maupun dampak bagi berbagai perusahaan swasta maupun wirausaha yang berimbas pada laju pertumbuhan ekonomi yang menurun.

Dampak yang sangat terlihat yang disebabkan oleh covid-19 yaitu kemiskinan dan tidak banyak pula para pegawai yang terkena dampaknya seperti terkena PHK. Hal tersebut disebab oleh menurunnya omset pemasukan yang disebab oleh adanya covid-19, sehingga banyaknya masyarakat yang merasakan secara langsung dampak yang disebabkan oleh covid-19.

Berdasarkan pemaparan langsung Kepala Badan Pusat Stastistik bahwa “ terdapat 134.600 warga miskin baru di wilayah Provinsi Banten sebagai dampak dari pandemi virus corona (Covid-19)”.

Munculnya warga miskin baru tersebut menyebabkan angka kemiskinan di Banten meningkat menjadi 5,92 persen. Angka kemiskinan tersebut mengalami peningkatan sebesar 0,98 poin dibanding periode sebelumnya (September 2019) yang hanya 4,94 persen. Hal tersebut terjadi akibat adanya kebijakan “dirumahkan” di tempat kerjanya dan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Dengan banyaknya para pegawai yang di PHK oleh pihak perusahaan, mengakibatkan penurunan laju perekonomian yang begitu drastis. Peranan yang sangat berpengaruh pada angka kemiskinan yang terjadi di Banten yaitu pada peranan komoditi makanan jika dibanding dari peranan non makanan seperti pendidikan , sandang, kesehatan dan perumahan.

Pada bulan Maret 2020 garis kemiskinan pada peranan makanan terjadi sebesar 71,78 persen, dibandingkan dengan tahun lalu.  Selain itu, Pada Triwulan II Banten mengalami penurunan yang begitu drastis yang diakibat oleh lapangan usaha yang mengalami kontraksi perumbuhan yang rendah.

Banyaknya masyarakat yang terkena PHK oleh perusahaan mengakibatkan angka kemiskinan yang terjadi di Banten semakin melonjak drastis.

Maka dari itu, untuk mengurangi dampak sosial ekonomi yang di sebabkan oleh covid-19, maka pemerintah haruslah membuat kebijakan – kebijakan publik terkait dengan redistribusi kekayaan.

Dan berbagai perusahaanpun mampu mengatasi dan membuat kebijakan – kebijakan yang tepat untuk mengatasi ketimpangan sosial ekonomi yang sedang terjadi.**

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.