Cupang, Ikan Kecil Sumber Cuan Penopang Usaha Ditengah Corona

 

Angga Nugraha, didepan Cupang hias penopang usahanya di daerah Ciekek Karaton Pandeglang (foto-BantenTribun)

Dampak corona menurunkan daya beli. Roda usaha banyak terhenti akibat lesu pembeli. Kreativitas dan inovasi, kerap menjadi kunci yang bisa menopang kelangsungan usaha. Cupang pun ternyata dapat menjadi sumber cuan,  penyelamat “nyawa usaha”

BantenTribun.id-. Ikan Cupang atau pemilik nama latin Betta sp ini, ternyata bisa menjadi penyambung kelangsungan sebuah usaha. Ini setidaknya dibuktikan oleh Angga Nugraha, pengusaha percetakan, sablon dan pernak-pernik cindera mata di Ciekek Babakan Karaton, Kecamatan Majasari  Kabupaten Pandeglang.

Angga memang harus putar otak menyiasati lesunya order dan pembeli. Produksi stiker, cindera mata, bahkan sablonnya praktis terhenti. Ini karena event kegiatan atau beragam acara yang memerlukan barang-barang atau jasa usahanya, mandeg sejak pandemic covid-19, sembilan bulan lalu. Padahal. bangunan toko tempat usahanya masih mengontrak dan butuh biaya untuk memperpanjang sewa.

“Kebetulan saya punya penangkaran dan hobi dengan ikan Cupang ini. Meskipun penangkaran saya sebelumnya hanya cupang jenis Bagan, Slayer, dan Pensi yang banyak dijadikan ikan aduan.  Jadi jika mendadak Cupang, selain  karena memang butuh penghasilan disaat sulit, tapi juga karena hobi,” kata Angga, Minggu 6 Desember 2020.

Menurut Angga, banyak varian Cupang yang ditawarkan pedagang yang saat ini juga mulai menjamur seperti pedagang masker. Namun, Cupang pada dasarnya terbagi atas cupang hias an cupang aduan.

“Harganya juga berbeda. Cupang aduan atau cupang receh  berkisar dari 20 hingga 50 ribu rupiah per ekor. Kalau cupang hiasa seperti  Koi, Slayer, Rafatar, Super Red, Super Black, Water Gordon, Blue rint dan lainnya, harganya berkisar dari 250 ribu sampai 500 ribu rupiah, Itu yang saya jual disini,” ujarnya.

“Biasanya bagi pemula itu hanya membeli Cupang sesuai kantong saja. Bagi yang sudah paham, pasti milih ikan cupang hias yang harganya relative lebih mahal,” imbuhnya.

Angga  menjelaskan lebih lanjut, dibanding usaha pokoknya, penjualan ikan Cupang sebagai pilihan untuk menopang kelangsungan usahanya, dirasakan lumayan menghasilkan.

“Setiap harinya ada saja yang membeli ikan Cupang ini. Alhamdulillah, masih bisa bertahan ditengah sulitnya usaha akibat pandemic ini. Selain hobi, masih ada cuan  atau untung dari Cupang ini untuk sekedar bisa makan mah,” tutupnya.*(kar)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.