Covid-19 Di Eropa: Barat Lebih Menderita Dibanding Timur

eropa

Dilansir dari laman WHO, update kasus terkonfirmasi positif hingga 5 Mei 2020 di Prancis sebanyak 130.342 kasus, Italia 211.938 kasus, Spanyol 218.011 dan Inggris sebanyak 190.558 kasus.

BantenTriun.id- Ada hal menarik dalam perkembangan sebaran Corona Virus (Covid-19) di Eropa. Peta Covid-19 di benua itu menunjukan dua hal yang berlawanan. Serangan virus membuat negara-negara kaya di Eropa Barat lebih menderita dibanding Timur.

Laman The Guardian menulis, negara-negara Eropa Tengah dan Timur yang paling parah terkena infeksi jauh lebih rendah dibanding negara-negara di Eropa Barat.

Slovakia sebagai negara di Eropa Timur merupakan yang paling parah di kawasan itu. Tercatat ada 1.413 kasus yang dikonfirmasi dengan 25 kematian.

Hal ini sangat jomplang jika melihat kasus di Italia, Inggris, Spanyol dan Prancis. Keempat negara kaya di wilayah barat mencatat ratusan ribu kasus yang dikonfirmasi.

Dilansir dari laman WHO, update kasus terkonfirmasi positif hingga 5 Mei 2020 di Prancis sebanyak 130.342 kasus, Italia 211.938 kasus, Spanyol 218.011 dan Inggris sebanyak 190.558 kasus.

Banyak perdebatan soal perbedaan kasus yang mencolok antara kedua wilayah tersebut. Alasan-alasan seperti tingkat harapan hidup, jumla penduduk lanjut usia yang rentan, tingkat penerbangan ke Cina, jumlah test Covid, bahkan alasan keberuntungan mengemuka ke permukaan.

Namun alasan paling utama, menurut The Guardian adalah kebijakan Lockdown lebh awal. Republik Ceko dan Slovakia telah melakukan Lockdown, saat Inggris dan negara-negara Eropa Barat masih melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya berinteraksi dengan publik.

“Keyakinan akan sistem kesehatan yang baik, membuat orang-orang di negara seperti Inggris dan Swedia awalnya lebih memilih berbagai kebijakan selain Lockdown untuk mencegah penyebaran Covid-19. Ungkap Ben Stanley seorang Ilmuawan di Universitas Warsawa.

Berbeda dengan orang-orang di negara Eropa Timur, mereka memiliki kekhawatiran tehradap rapuhnya sistem kesehatan dan kebijakan lockdown lebih awal adalah yang terbaik.

“Negara-negara di Eropa Timur dan Tengah seperti Yunani memiliki kekhawatiran yagn nyata soal sistem kesehatan yang rapuh,” ungkap George Pagoulatos, Ekonomi Hellenic Foundation.

George juga menambahkan, dengan mendorong Pemerintah untuk menerapkan lockdown lebih awal membuat kemampuan menangani krisis menjadi lebih baik. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.