Cerita Clarence Seedorf, Perebut Tropi Liga Champion Di Tiga Klub Berbeda

Clarence Seedorf adalah perebut 4 gelar Liga Champion Eropa berasma 3 klub berbeda dari tiga negara yang berbeda pula.

clarence seedorf

BantenTribun.id- Namanya mungkin tak sementereng Marco Van Basten, Denis Bergkam, Ruud Van Nistlerooy atau Robin Van Persie, tapi ia adalah pemain hebat dimasanya.

Clarence Seedorf, pemain kelahiran Paramaribo Suriname 44 tahun lalu itu adalah sosok penting di lini tengah setiap klub yang dibelanya.

Seedorf memulai karir juniornya di Belanda, bersama klub yang kurang akrab ditelinga, VV AS dan Real Almere.

Tahun 1984 Lelaki bernama lengkap Clarence Clyde Seedorf  itu berlabuh di Ajax Amsterdam, klub yang akan menjadi titik awal kesuksesannya di Eropa.

Seedorf resmi bergabung dengan tim senior Ajax Amsterdam pada tahun 1992, bersama De Godenzonen, ia mampu memberikan tropi liga champion pertamanya pada musim 1994/1995.

Generasi Ajax saat itu adalah generasi emas, berisi pemain-pemain muda yang kelak akan hijrah ke berbagai klub di Eropa.

Nama-nama seperti Pattrick Kluivert, Nwankwo Kanu, Finidi George, Marc Overmars, Edgar David, dan Michael Reiziger adalah jaminan ketangguhan ajax masa itu.

Benar saja, sejak gelar itu direbut Ajax hampir sebagian pemainnya hijrah ke klub lain. Ada yang ke Spanyol, Italia dan Inggris.

Clarence Seedorf pun demikian, ia pertama kali hijrah ke Italia bergabung dengan Sampdoria. bersama Il Samp, Seedorf tampil kurang moncer, ia hanya sanggup mengemas 3 gol dalam 32 laga.

Karir Seedorf kembali menanjak setelah ia memilih pindah ke Spanyol bergabung dengan Real Madrid.

Hampir 4 tahun di Madrid (1996-2000), Clarence Seedorf telah memberikan banyak piala untuk Los Galacticos, mulai dari gelar liga Spanyol hingga tropi Liga Champion, tropi yang yang diraihnya untuk kedua kali.

Puas dengan petualangannya di Spanyol, ia kembali ke Italia. Inter Milan jadi pilihan.

Skuad inter di musim 2000/2001 memang bukan kaleng-kaleng, mereka memiliki kedalaman tim yang akan jadi jaminan dalam berbagai kompetisi yang diarungi.

Kiper Sebastian Frey, bek Laurent Blanc, Ivan Cordoba, Matteo Ferrari, Javier Zanetti, Luigi Dibiagio dan Stephane Dalmat di tengah, plus Ronalod dan Recoba hingga Chrisitan Vieri di depan membuat Seedorf yakin akan berkontribusi.

Sayangnya tidak, karir Clarence Seedorf redup bersama il Nerazurri, ia tidak sanggup menunjukan performa terbaik bahkan hampir putus asa, sebelum akhirnya tawaran dari AC Milan datang sebagai solusi.

Seedorf memilih Milan dan tak perlu pikir panjang untuk memutuskan. Sebuah pilihan tepat yang membuatnya kembali ke jalur yang benar.

Milan menjadi klub paling lama yang ia bela, dan bersama Rossoneri, penampilan Seedorf juga terlihat tetap konsisten.

Berbagai prestasi ia raih bersama Milan, mulai dari Scudetto musim 2003/2004 dan 2010/2011, Coppa Italia 2002/2003, serta Supercoppa Italia 2004 dan 2011.

Di level Eropa, Clarence Seedorf juga punya peran penting di lini tengah, baik saat bersama Rui Costa, maupun Kaka, Pirlo dan Gattuso menjuarai Liga Champion sebanyak 2 kali. Musim 2002/2003 saat mengalahkan rival se liga, Juventus, dan 2006/2007 saat menuntaskan dendam dengan Liverpool.

Tak banyak pemain belanda lain yang karir dan petualangannya sebaik dan sehebat Seedorf, rekan setimnya waktu di Ajax Edgar Davids dan Marc Overmars sulit menyaingi Seedorf.

Begitu pun di masa kini, tidak banyak pemain belanda aktif yang sanggup menyamai prestasinya. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.