Cebu, Jadi Episentrum Baru Covid-19 Di Filipina

episentrum baru

Filipina menghitung, Cebu bakal menjadi episentrum baru penyebaran Covid-19 di negara itu. Terjadi lonjakan kasus di kota itu dengan lebih dari 5.500 kasus dan 156 kematian.

BantenTribun.id- Covid-19 masih betah di Filipina, bukan Quezon kota terbesar di negara itu, tapi Cebu  kini menjadi fokus Filipina dalam penanganan wabah itu.

Maka tak heran, bila pemerintah Filipina telah mengirim berbagai peralatan ke Cebu, dari Drone, Dokter hingga berbagai sumberdaya lainnya untuk melawan wabah.

Filipina menghitung, Cebu bakal menjadi episentrum baru penyebaran Covid-19 di negara itu.

“Anda bisa melihat angka-angkanya, “ujar Sekretaris Dalam Negeri Filipina, Eduardo Ano, seperti dilansir dari Straittimes.

Berdasarkan laporan dari otoritas kesehatan setempat, terjadi lonjakan kasus di Cebu dengan lebih dari 5.500 kasus dan 156 kematian.

Dengan jumlah itu, Cebu telah melebih jumlah kasus yang terjadi di Quezon, kota metropolitan dan terbesar di Filipina. Jumlah kasus di kota ini mencapai sekitar 3000 kasus.

Cebu merupakan kota wisata utama di Filipina Tengah, dengan populasi sekitar satu juta jiwa.

“Kami melihat peningkatan kasus yang mengkhawatirkan, dalam beebrapa kasus malah parah dan kritis bahkan pada itngkat kematian.” Ungkap Carlito Galvez, Ketua Satgas penyebaran virus corona Filipina.

Lebih lanjut Galvez menyatakan ada satu rumah sakit, dimana 86 dari 122 pasien Covid-19 meninggal kurang dari 48 jam setelah dirawat. “Ini adalah kasus parah dan cukup berat,” ujarnya.

Selain dihadapakan pada peningkatan jumlah kasus, dimana 3 dari 10 pasien suspek Covid dinyatakan positif. Rumah Sakit di Cebu juga mulai kewalahan.

“Hanya ada tujuh rumah sakit besar di Cebu yang dapat menangani pasien corona. Jauh dibanding Manila yang punya sekitar 46 rumah sakit,” ungkap Galvez.

Galvez juga melaporkan bila bed sudah habis dan tenaga kesehatan lelah dan kewalahan.

Cebu juga dibayang-bayangi dengan banyak perawat dan tenaga kesehatan yang ingin berhenti, “ada ketakutan dan kurangnya kompensasi untuk risiko yang mereka ambil.” Ungkap Presiden Asosiasi Perawat Filipina, Dr. Joseph Stephen Descallar.

Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan Filipina tak mau ambil risiko, dan mengirim 40 dokter ke Cebu demi memperkuat layanan kesehatan sekaligus meningkatkan moral tenaga kesehatan yang ada.

Tak hanya dokter, pemerintah juga mengirimkan tim militer yang terdiri dari 9 dokter, 10 perawat, dan 13 asisten medis.

Episentrum Baru Tapi Ambang Batas Menurun

Ada hal menarik di Filipina, meski masih ditemukan sekitar 1000 kasus baru setiap hari, Galvez menilai penyebaran Covid-19 di Filipina melambat.

Ia melihat kasus di Metro Manila yang sekarang telah berada pada risiko rendah dan sedang.

“Ada penurunan hingga 6 persen, dibawah ambang batas 10 persen seperti yang ditetapkan WHO, kami menang di ambang batas itu” ungkap Galvez.

Meski begitu Filipina harus tetap waspada, sebab sudah lebih dari 36 ribu kasus Covid-19 di negara itu, dengan kematian sebesar 1,255 orang. (red/straittimes)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.