Cara Agar Bisnis Tetap Bertahan Dari Covid-19

cara bisnis agar tetap bertahan

“Intinya pengusaha atau pebisnis harus bisa mencari cara agar bisnis tetap bertahan dan meminimalkan biaya.”

BantenTribun.id- Pandemi Covid-19 banyak berdampak buruk pada berbagai sektor bisnis di Indonesia. Sektor Wisata dan Perhotelan salahsatunya.

Selain sektor Wisata dan Perhotelan, Transportasi, Periklanan, Retail serta Otomotif juga menjadi sektor yang paling merasakan beratnya untuk bangkit.

Sektor Otomotif misalnya, Ketua Gaikindo Jongkie D Sugiarto menyatakan penjualan tahun ini merupakan yang terburuk sejak krisis ekonomi tahun 1998.

Sementara Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia GAIKINDO) mencatat penurunan penjualan pada bulan April 2020 mencapai 90,63 persen year on year.

Cara Bisnis Tetap Bertahan

Kendati begitu, selalu ada cara agar bisnis tetap bisa bertahan dalam badai Covid-19 seperti sekarang ini.

Marvin E Camangeg, Advisory Director dari perusahaan konsultan Grant Thornton Indonesia, memeberikan tips agar bisnis tetap bertahan dan tangguh di masa pandemi.

Dalam Even Webinar yang bertema agar bisnis Bisnis Lebih Kebal Covid-19, Jum’at (15/5) Marvin menyampaikan beberapa point penting untuk memastikan bisnis tetap berjalan.

Poin pertama yang ia sampaikan Marvin adalah soal pentingnya memantau arus cash dan proyeksinya.

Menurutnya, dimasa pandemi perusahaan berpotensi menambah biaya diluar proyeksi awal seperti perlunya fasilitas baru selama bekerja dirumah.

“Perusahaan harus aktif memantau arus kas, dalam kondisi pandemi proyeksi arus kas harus dibuat berkala, tiap minggu atau tiap hari bagi perusahaan tertentu,” ungkap Marvin.

Point berikutnya, Marvin menekankan pentingnya menjaga pemenuhan kebutuhan perusahaan, perusahaan harus mengidentifikasi lebih detil tentang kebutuhan-kebutuhan untuk menjaga bisnis tetap berjalan.

Selanjutnya, Marvin juga menggaris bawahi soal pentingya komunikasi dengan stakeholder atau pemangku kepentingan dari perusahaan seperti investor, kreditur, konsultan dan karyawan.

Komunikasi dengan pemangku kebijakan sangat diperlukan agar tidak salah dalam mengambil keputusan-keputusan penting, seperti renegosiasi utang, atau menekan pengeluaran.

Point terakhir yang tak kalah penting menurut marvin adalah soal kemampuan perusahaan menemukan sumber-sumber keuangna baru yang bisa menjadi solusi agar perusahaan tetap bertahan.

“Intinya pengusaha atau pebisnis harus bisa mencari cara agar bisnisnya tetap bertahan dan meminimalkan biaya.” Tukas Marvin. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.