Cambridge University, Bakal Berlakukan Metode Belajar Online Dalam Satu Tahun Ajaran Penuh

cambridge university

BantenTribun.id- Kebijakan diambil oleh salahsatu universitas ternama di dunia, Cambridge University. Kampus yang berlokasi di timur Inggris berencana akan mengajar mahasiswanya secara online untuk satu tahun ajaran penuh.

Hal itu dilakukan terkait adanya pandemi Covid-19 yang hingga kini belum ada kepastian akan berakhir.

Materi akan disampaikan oleh guru atau dosen melalui video hingga musim panas 2021, sementara itu untuk kelompok belajar yang lebih kecil bisa melakukan tatap muka, dengan syarat mematuhi protokol kesehatan penanganan Covid-19.

Tak hanya dalam penyampaian materi, Cambridge University juga rencananya akan menggelar ujian secara online.

Sementara terkait biaya kuliah, unversitas masih membebankan biaya penuh meski untuk kelas online.

Pihak Cambridge University menyatakan langkah ini diambil sebagai upaya pembatasan dan pengaturan jarak sosial demi mencegah penularan Covid-19.

Pihak kampus juga mengaku keputusan untuk belajar online selama satu tahun ajaran penuh merupakan langkah baru yang dilakukan kampus.

Sebelumnya, kampus-kampus di Inggris memang ditutup sementara guna membatasi penyebaran virus Corona, mengingat hingga kini virus tersebut telah menewaskan lebih dari 35,000 orang di negara itu.

Sebelum Cambridge, Universitas Manchester telah melakukan hal yang sama, yakni meniadakan metode pelajaran klasikal atau tatap muka.

Keputusan belajar online selama satu tahun ajaran penuh sebenarnya mendapat dukungan dari berbagai kalangan, hal itu sangat berguna untuk menekan laju penyebaran Covid-19.

Hanya saja, sebagian masih kurang ‘sreg’ dengan biaya penuh yang dibebankan pihak kampus. Mereka meminta, setiap penghematan biaya akibat pengajaran online harusnya diberikan kembali pada mahasiswa.

Dilansir Al jazeera, Universitas-Universitas di Inggris dapat membebankan biaya kepada mahasiswa lokal hingga $ 11.300 per tahun untuk gelar sarjana, sementara untuk mahasiswa internasional berbeda-beda.

Priya Shah, Seorang pendiri organisasi yang mengadvokasi keragaman di sektor properti dan perencanaan di Inggris, menyatakan harusnya biaya kuliah dibayar setengahnya saja, karena mahasiswa tidak mendapatkan pengalaman penuh jika hanya belajar online. (red)

Sumber : Al Jazeera

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.