Bukan PSG, Ini Satu-Satunya Tim Prancis Peraih Champions Cup

Klub Prancis Peraih Champions Cup ini bukan tim istimewa di dunia saat ini, ia bukan PSG yang kini dipenuhi sederet bintang sepakbola dunia.

peraih champions cup

BantenTribun.id- Prancis, sebagai sebuah negara punya prestasi membanggakan di sepakbola dunia. Negara itu adalah peraih Piala Dunia 1998 dan 2018.

Negara itu juga telah melahirkan pemain-pemain hebat kelas wahid seperti Zinedine Zidane, Thierry Henry hingga Paul Pogba dan Kylian Mbappe.

Sayang prestasi tim nasionalnya tidak seiring sejalan dengan prestaisi di level klub.

Liga Prancis dianggap liga kelas 2 dibanding Premiere League atau La Liga Santander, di level Liga Champion, tercatat baru ada satu tim Prancis peraih Champions Cup, bukan Paris Saint Germain (PSG) tapi Olympique Marseille.

Marseille menjadi satu-satunya tim Liga 1 Prancis peraih velar Champions Cup, beberapa tim Prancis lainnya seperti Monaco, Saint Ettiene dan Stade Reims pernah melaju ke final namun semuanya kandas oleh lawan-lawannya.

Marseille Peraih Champions Cup

Olimpia Stadium Muenchen adalah saksi kemenangan Marseille atas klub terkuat eropa saat itu AC Milan.

Milan datang dengan rasa percaya diri tinggi, perebut scudetto hadir dengan pemain lengkap, ada Marco van Basten, Frank Rijkaard hingga empat baris pemain belakang terhebat, Tasotti, Costacurta, Baresi dan Maldini.

Raymond Goethals, pelatih Marseille berkebangsaan Belgia menerapkan pola 5 pemain bertahan dengan Boli sebagai Libero ditemani Marcel Desaily, Angloma, Eydelie dan Di Meco.

Strategi itu terang saja membuat Milan leluasa melakukan serangan, banyak peluang didapat Milan, tapi kesigapan trio bek tengah Marseille plus kiper Fabian Barthez membuat gawang Marseille aman.

Kejutan hadir dari sebuah sepak pojok, Boli sang libero menyambut sepak pojok itu dengan tandukan kepala dan merobek gawang Milan yang kala itu di kawal Sabastiano Rossi. Gol satu-satunya sekaligus penentu Marseille sebagai peraih Champions Cup 1993.

Soal Gol Boli, Marcel Desailly pernah berkomentar, “Saya lupa kalo Boli punya badan setinggi itu,” Ungkapnya.

Kemenangan Marseille di Liga Champions Eropa disambut dengan gegap gempita oleh pendukungnya, baik yang ada di stadion, Café, Lapangan atau bahkan suporter di rumah yang menonton lewat televisi tabung.

Kesuksesan Marseille merebut gelar Liga Champion kala itu juga disambut oleh banyak rakyat Prancis.

Pemain Bintang

Basile Boli, pemain Prancis kelahiran Pantai Gading mungkin jadi pahlawan Marseille di final, tapi untuk musim-musim berikutnya, Desaily, Desccamp dan Barthez adalah bintang.

Marcel Desaily akhirnya hijrah ke Milan untuk musim berikutnya, bersama Rossoneri ia pun mampu meraih gelar Liga Champion untuk kedua kalinya sebagai seorang pemain.

Didier Deschamp, kita semua tahu pemain ini adalah sosok sukses sebagai pemain dan pelatih, ia adalah kapten Juventus peraih Liga Champions Eropa, dan sebagai pelatih timnas Prancis, Deschamp juga sukses merebut gelar Piala Dunia 2018.

Fabien Barhez, saat bersama Marseille dia masih muda dan kepalanya tidak plontos. Namun berikutnya, tepatnya 5 tahun setelah bersama Marseille merebut gelar Champions Cup, Barthez, Deschamp dan Desailly adalah perebut gelar Piala Dunia 1998.

Sebagai individu ia adalah peraih banyak penghargaan, mulai dari Yashin Award, Kiper of The Year hingga masuk dalam All Star FIFA 1998.

Barthez adalah bagian dari kesuksesan setan merah di musim 2000/2001 dan 2002/2003. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.