Bukan La Nina, Empat Provinsi Ini Bakal Hadapi Kekeringan

Empat Provinsi di Indonesia ini harus bersiap hadapi ancaman kekeringan.Saat banyak wilayah di Indonesia bersiap hadapi La Nina dan dampaknya, seperti banjir dan longsor.

kekeringan

BantenTribun.id- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di beberapa wilayah bersiap hadapi fenomena La Nina.

La Nina merupakan fenomena dimana curah hujan berlebih sehingga berdampak pada bencana seperti banjir dan longsor. Seperti dilaporkan BMKG, fenomena La Nina bisa meningkatkan akumulasi curah hujan hingga 40 persen.

Banyak wilayah, termasuk Banten telah diwarning untuk bersiap hadapai La Nina, khususnya untuk wilayah-wilayah rawan bencana banjir dan longsor.

Meski tengah ramai soal La Nina, Indonesia juga harus menghadapi ancaman lain, yakni kekeringan.

Beberapa wilayah yang diprediksi mengalami kekeringan adalah Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan dan Maluku.

Menurut BMKG dalam rilisnya beberapa waktu lalu menyatakan, status ancaman kekeringan di empat wilayah itu mulai dari waspada hingga awas.

Menyikapi ancaman kekeringan itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengaku telah berkoordinas dengan BPBD yang wilayahnya terancama kekeringan.

“Kita sudah berkirim surat kepada BPBD di empat wilayah itu. Intinya tentang peringatan dini dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan tersebut.” Ungkap Lilik Kurniawan, Deputi Bidang Pencegahan BNPB, sebagaimana ditulis di laman resmi instansinya.

Selain berkirim surat, BNPB juga meminta wilayah terdampak untuk melakukan langkah antisipasi. Langkah tersebut bisa berua penyiapan kebijakan tentang pemenuhan kebutuhan air termasuk distribusinya.

Lembaga yang kini dipimpin oleh Doni Monardo itu juga mengingatkan soal potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Untuk hal ini perlu pengecekan hingga penyiapan sarana dan prasarana pemadaman kebakaran.

Selain langkah teknis. Penanganan Karhutla juga perlu langkah taktis. BNPB meminta kualitas penegakan hukum dan aktivasi pos komando perlu dilakukan.

Selanjutnya, kerjasama dan Koordinasi multipihak seperti dengan TNI Polri juga jangan dilupakan.

Hal lain yang juga diminta BNPB kepada daerah yang mengalami ancaman bencana melakukan pemutakhiran data. Selian itu perbaikan rencana kontijensi penanganan bencana kekeringan juga harus menjadi perhatian.

“Saat ini tantangannya lebih berat, karena Indonesia juga masih menghadapi wabah Covid 19.” Pungkas Lilik. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.