Buat Gen Milenial, Pandemi Adalah Momen Untuk Upgrade Diri

 

Oleh : Kamim Rohener

Berpikir positif dan mengambil hikmah dari setiap kejadian adalah potret seorang muslim yang baik. Termasuk di momen pandemi Corona seperti yang terjadi sekarang. Pandemi harus diakui telah merubah banyak hal, merumitkan kehidupan banyak orang, terlepas ia masyarakat biasa atau pemimpin bangsa.

Salahsatu cara berpikir dan bersikap positif di tengah pandemi adalah dengan tidak ‘memperkeruh suasana’ bersikap negatif di sosmed, mengkritik dan menghujat tanpa fakta dan data yang valid, atau mempengaruhi orang untuk mengeluh atau marah dengan keadaan.

Berikutnya, jadikan pandemi sebagai momen untuk upgrade diri. Mempersiapkan kapasitas diri ketika hidup kembali berubah pasca pandemi.

Pandemi adalah momen upgrade diri. Saat ini dengan berbagai program baik dari pemerintah atau lembaga non pemerintah bermunculan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan diri. Ada yang berbayar ada yang gratis, ada yang membahas softskill, penguatan keluarga, hingga membahas tentang skill atau keahlian yang dibutuhkan pasca pandemi.

World Econoic Forum misalnya, dalam publikasinya mereka merilis beberapa profesi yang berpotensi sangat dibutuhkan dalam beberapa tahun kedepan, diantaranya adalah Praktisi Medis, SEO Specialist, Digital Marketer, Aplication Developer, Software Developer and Engineer, Data Analyst, Akuntan, Konstruksi dan Teknik dan Ahli Lingkungan.

Sebenarnya masih banyak profesi lain yang mungkin masih banyak di butuhkan di masa depan misalnya, praktisi gizi, Chef dan sebagainya. Tapi kita batasi dulu dengan 9 profesi tersebut.

Momentum Upgrade Diri

Apapun cita-cita yang kita kejar atau diprofesi apapun kita bekerja saat ini, pandemi Covid-19 adalah momentum untuk belajar dan meningkatkan kapasitas. Termasuk untuk generasi milenial yang saat ini tengah kuliah, atau bahkan yang masih bingung mau jadi apa nantinya.

Saat ini dunia membutuhkan sosok-sosok yang profesional dan ahli dalam bidang tertentu dan mayoritas tidak bisa terlepas dari teknologi. Dalam konteks ini perlu diapresiasi misalkan apa yang dilakukan Kominfo dengan Digital Talent Scholarshipnya.

Kemudian, bagi generasi milenial sudah waktunya untuk hidup bukan sekedar kuliah, pulang atau hang out tapi mulai berpikir apa yang bisa diperbuat untuk memberi manfaat.

Sembilan profesi di atas bisa menjadi pilihan, beberapa bahkan tidak mempermasalahkan dari mana pendidikan kita berasal. Banyak lulusan pertanian misalnya jadi praktisi SEO, atau lulusan geologi tapi jadi ahli Digital Marketing. Meski begitu lain cerita jika bicara konstruksi dan kedokteran, pendidikan dan keahlian relatif masih saling berkaitan.

Intinya saat ini yang diperlukan foskus pada apa yang diinginkan, ingin seperti apa dikenal, menjadi ahli di bidang apa, dan mendapat penghasilan hingga nilai dari profesi apa?

Dimasa pandemi kesempatan untuk belajar semakin terbuka lebar, kursus-kursus online terus berjamur, aktivitas internet juga meningkat, berbagai informasi juga makin beragam, tinggal kita mau serius apa tidak, mau mengeluarkan investasi apa tidak, mau bergabung dengan komunitas atau tidak, bahkan mau memiliki coach atau personal trainer atau tidak.

Semua tergantung keputusan anda, diam dan pasrah di tengah pandemi atau mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik pasca pandemi?**

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.