BPOM Gagalkan Peredaran Kosmetik Ilegal Senilai 5 Milyar Rupiah

BPOM RI berhasil menggagalkan peredara obat kosmetika ilegal senilai Rp5 milyar, di sebuah SPBU di Merak Banten (foto-Opi-BantenTribun)
BPOM RI berhasil menggagalkan peredara obat kosmetika ilegal senilai Rp5 milyar, di sebuah SPBU di Merak Banten (foto-Opi-BantenTribun)

Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI berhasil menggagalkan peredaran kosmetika ilegal senilai Rp5 milyar di sebuah SPBU Merak. Produk kosmetik ilegal dari Sumatera ini akan dikirim ke Jakarta. Kosmetika ilegal ini mengandung berbahaya untuk kesehatan.

Serang,BantenTribun.id– Pengiriman obat kosmetika ilegal dan berbahaya yang dimuat dalam mobil jasa ekspedisi  berhasil  digagalkan dan diamankan  tim BPOM bersama Polsek Kawasan Pelabuhan Merak. Mobil pengangkut kosmetik ilegal tersebut dicegat di  sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di daerah Jabal Nur, Merak.

Tim Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di serang bersama dengan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Merak, Kepolisian Pulo Merak, Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon, dan Stasiun Karantina Perikanan,  berhasil mengamankan kendaraan yang kedapatan membawa produk Kosmetika ilegal.

Mobil tersebut kemudian dibawa ke kantor Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon untuk diperiksa lebih lanjut. Minggu, (25/3/2018) menjelang tengah malam.

Menurut Kepala BPOM  RI, Penny K. Lukito,  saat memberikan penjelasan kepada media di Kantor Balai POM Serang, Selasa (27/3),  hasil pemerikasaan menunjukan dugaan adanya praktik pengiriman produk kosmetika ilegal dari wilayah Sumatera dengan tujuan ke Jakarta melalui Pelabuhan Merak Banten.

“Dari dalam mobil truk berwarna merah dengan nomor polisi BM 8130 RY tersebut, petugas menemukan kotak-kotak yang memuat kosmetika ilegal merk RDL Hyidroquinone Tretinoin Babyface sebanyak 1.055 karton (@128 pices). Diperkirakannilai keekonomian temuan kosmetika ilegal ini mencapai lebih dari 5 miliar rupiah,”kata Penny kepada bantenTribun,Selasa,(27/3), di Kantor BPOM Provinsi Banten.

Penny menjelaskan bahwa, pada saat ditemukan, produk ilegal tersebut dikemas di dalam karton-karton polos yang hanya bertuliskan tanggal kadaluwarsa dan disertai satu lembar surat jalan.

Dari hasil pemantauan petugas, produk kosmetika ilegal tersebut diedarkana di berbagai wilayah di seluruh Indonesia dan bisa dikatakan termasuk sebagai produk ilegal yang mengandung bahan terlarang.

“BPOM RI telah melakukan penyitaan atas seluruh produk kosmetika ilegal tersebut. Sebagai tindak lanjut dari temuan ini, kami juga sedang melakukanproses investigasi kepada pemilik atau penanggung jawab produk dengan dugaan pelanggaran terhadap pasal 196 dan pasal 197 UU No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan, yaitu mendistribusikan produk sediaan farmasi jenis kosmetika tanpa izin edar dan mengandung bahan dilarang dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak 1,5 miliar rupiah,” terang Kepala BPOM RI itu.

“Kami juga akan menelusuri lebih jauh modus operandi yang memanfaatkan jalur pelabuhan untuk memasukan produk ilegal ke wilayah Indonesia,” tambahnya.

Penny K. Lukito juga menghimbau, terkait dengan masih maraknya ditemui produk ilegal, Kepala BPOM RI kembali meminta kepada seluruh pelaku usaha di bidang obat dan makanan untuk mematuhi segala peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Masyarakat juga diharapkan untuk lebih berhati-hati dalam memilih produk yang akan dikonsumsi. Jangan membeli atau menkonsumsi produk kosmetika yang tidak memiliki izin edar atau nomor notifikasi. Ingat selalu cek klik, cek kemasan, cek lebel, cek izin edar, dan cek kadaluarsa sebelum membeli atau mengkonsumsi produk kosmetika,” himbau Kepala BPOM RI menutup penjelasannya.(opi/red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.