Bhayangkara FC, Rekor Pergantian Nama Hingga Juara Liga

bhayangkara fc
Foto: Bhayangkara Footbal Club

Bhayangkara FC menjadi tim dengan perjalanan berliku hingga akhirnya sukses berlaga di Liga 1, dan dengan cepat sanggup merengkuh juara.

BantenTribun.id- Priiit, tiupan wasit itu masih terngiang saat Peter Odemwingie melanggar keras Indra Kahfi di menit ke-41 dalam laga penentuan juara Liga 1 2017 antara Madura United vs Bhayangkara FC di Gelora Bangkalan, madura (8/11/2017).

Eks Lokomotiv Moskow dan West Bromwich Albion itu tak kuasa menolak putusan dan harus menyingkir dari lapangan.

Keluarnya Odemingie jadi pukulan bagi Gomes de Oliveira, pelatih Madura United kala itu. Serangan gencar Laskar Sape Kerrab lewat trisula maut Engelbert Sani, Bayu Gatra dan Odemwingie tak lagi terlihat.

Sebaliknya, unggul jumlah pemain, Bhayangkara FC makin perkasa. Kemenangan pun akhirnya direbut tim tamu dengan skor  3-1.

Laga Madura United vs Bhayangkara membuka jalan The Guardian merengkuh juara liga untuk pertama kalinya.

Benar Saja, klub yang identik dengan POLRI itu memang berhasil merengkuh gelar juara. Meski menyisakan kontroversi dan tanda tanya.

Bermain Apik

Terlepas dari berbagai kontroversi, Bhayangkara FC di musim itu memang tampil apik, Evan Dimas dan kolega perlahan tapi pasti terus merangsek ke papan atas.

The Guardian saat itu dipenuhi eks U-19 yang mencetak sejarah di Piala AFF.

Fatchu Rochman, I Putu Gede, Muhamad hargianto, Dinan Javier hingga Evan Dimas menjadi asuhan Steve Mc Menemy.

Pemain asingnya juga bukan kaleng-kaleng, ada Paulo Sergio rekan seangkatan Christiano Ronaldo yang tampil luar biasa sebagai play maker, Ilija Spasojevic dan Thiago Furtuoso hingga Otavio Dutra jaminan menjadi jaminan kemenangan The Guardian.

Hanya saja di musim itu dua pesaing berat mereka, Madura United dan Bali United juga tak kalah gemilang.

Bersama striker anyar Sylvano Convalius, Bali United tak henti mengejar Bhayangkara, belum lagi Si Ayam Jantan dari Timur, yang terus menguntit.

Tapi – sekali lagi – meski dengan kontroversi dan tanda tanya, Gelar Juara Liga tetap jadi milik Bhayangkara.

Kronologi Terbentuknya Bhayangkara FC

Disaat banyak tim menunggu puluhan tahun merengkuh gelar juara liga, Bhayangkara nyatanya menjadi pembeda, tim yang dalam sejarahnya telah beberapa kali berganti nama itu mampu merebutnya dengan waktu yang terbilang singkat.

Seperti dikutip dari panditfootball, Kronologi hadirnya Bhayangkara FC di Liga kasta tertinggi Indonesia berawal dari polemik dualisme liga.

Skuad Persikubar Kutai Barat di boyong ke Surabaya dan berganti nama menjadi Persebaya 1924, ada peran Wisnu Wardana dan La Nyalla Matalitti dalam pergantian nama itu.

Keduanya mengakusisi Persikubar Kutai barat di bawah PT. Mitra Muda Inti Berlian (MMIB).

Alhasil ada dua nama Persebaya di kompetisi yang berbeda, yaitu Persebaya 1927 di Liga Primer Indonesia dan Persebaya Surabaya yang tampil di Divisi Utama.

Situasi makin panas, saat Persebaya Surabaya versi MMIB berhasil promosi ke Liga Super Indonesia di musim 2014 namun tak mendapat dukungan Bonek, pendukung setia Bajul Ijo. Bagi Bonek, Persebaya versi MMIB bukanlah Persebaya yang asli.

Berbagai polemik terus menerpa saat itu, baik soal Hak Kekayaan Intelektual dari merk dan logo hingga legalitas yang dipermasalahkan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).

Piala Sudirman 2015, Persebaya Surabaya versi MMIB merubah nama menjadi Surabaya United, namun sayang kiprah mereka di turnamen itu tak berjalan mulus.

Tak lama setelah itu, Surabaya United merger dengan PS Polri dan merubah nama menjadi Bhayangkara FC.

Turnamen Indonesia Soccer Championship (IFC) menjadi turnamen awal bagi Bhayangkara di tahun 2016.

Lalu setelah Liga 1 bergulir, The Guardian tidak perlu waktu lama untuk merengkuh juara. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.