Berkat Empati Anggota TNI Ini, Nyawa Putri Nabila Terselamatkan

anggota tni
Korban Lakalantas di Rancamanyar, Putri Nabila, masih mendapat perawatan serius di RS Santosa Kopo(Foto-alvin-BantenTribun)

Berkat empati Serma Muliadi,  anggota TNI Pussenarmed Kodiklat Cimahi, nyawa Putri Nabila terselamatkan. Padahal, korban laka lantas di Rancamanyar ini sudah tergeletak bersimbah darah dan tak ada satupun warga yang menolong.Cimahi, BantenTribun.id – Sersan Mayor (Serma) Muliadi, anggota TNI Danru Provos Pussenarmed Kodiklatad Cimahi, tetap bersabar mengikuti kemacetan jalan sekitar wilayah Rancamanyar Bandung, Rabu, 2 September 2020.

Rasa letih yang mendera usai bertugas dan keinginan untuk cepat sampai dirumah dan bertemu keluarganya, harus ikhlas ditunda.

“Macet ada apa pa?” tanya Serma Muliadi pada pengendara yang berlawanan arah.

“Ada kecelakaan, korbannya sudah meninggal tergeletak di tengah jalan pa,” jawab pengendara lawan arah.

Mendekati lokasi,  puluhan orang nampak mengerumuni korban, namun tak satupun yang terlihat memberikan pertolongan. Kebetulan didekat sekitar kejadian tidak terlihat polisi.

Penjelasan warga yang mengerumuni, korban yang bersimbah darah itu sudah tergoler hampir 30 menit lebih dan tak ada yang menolong.   

Hal ini membuat Muliadi berinisiatif untuk menolong korban. Empati dan rasa tulusnya mengalahkan rasa letih dan keinginan pulangnya.

“Kami langsung berhenti buka pintu mobil dan meminta tolong kerumunan warga untuk membantu mengangkat korban ke mobil, karena  korban berbadan gemuk  dan tidak bisa diangkat sendirian”.

“Saya meyakini korban harus segera ditolong, meskipun ada yang ngomong korban sudah meninggal,” kata Muliadi, kepada BantenTribun, usai kejadian.

Meski seragam dan mobil dinas provost penuh darah, Muliadi langsung membunyikan sirine dan nyalakan lampu strobe, agar pengendara yang lain membuka jalan.

 

anggota tni

Korban, yang belakangan diketahui bernama Putri Nabila (20), warga Cibeureum Cimahi Selatan itu pun langsung diangkut kerumah sakit terdekat.  Rumah Sakit Lanud Sulaiman.

Sayang, Petugas medis dan dokter jaga di IGD rumah sakit tersebut menyatakan tidak sanggup menangani korban karena keterbatasan alat yang dimiliki.

Tak berhenti disitu, Muliadi pun segera membawa korban ke Rumah Sakit Santosa Kopo, dengan tetap membunyikan sirine dan lampu strobe dari mobil dinasnya.

“Katanya  mobil Ambulance di Rumah Sakit  Lanud Sulaiman sedang tidak tersedia” ujar muladi.

Sesampainya di IGD RS Santosa Kopo,  menurut dokter yang mengecek,  ternyata korban masih hidup.dan langsung di tangani team medis.

Dokter di RS tersebut menyampaikan terimakasih kepada Muliadi, karena bisa cepat membawa korban ke RS, sehingga  korban yang masih dapat diselamatkan.

Saat berita ini diturunkan, Putri Nabilla  masih belum sadarkan diri, namun masih ditangani Tim Medis RS Santosa secara intensif.

Keluarga mengucapkan terimakasih dan meminta doa kepada Muliadi untuk kesembuhan korban.

“Saya dan keluargasangat  berterimakasih kepada anggota Pussenarmed yang telah membantu adik saya.  Saya juga meminta doa untuk kesembuhan adik saya” ungkap kakak korban.

Polisi masih mendalami kronologis kecelakaan lalulintas  yang hampir merenggut nyawa Putri Nabila.

Empati, kesigapan dan ketulusan anggota TNI Serma Muliadi menyelamatkan korban lakalantas ditengah sikap apatis masyarakat, patut diapresiasi. * (Alvin . W/contributor Bantentribun-Bandung)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.