Berbeda, Hari Raya Galungan Tahun Ini Terapkan Protokol Kesehatan

Hari Raya Galungan bagi masyarakat Hindu Bali merupakan momen sakral nan penting. Namun perayaannya kali ini sedikit berbeda, karena harus patuh pada protokol kesehatan terkait mencegah penularan Covid-19.

hari raya galungan
Ilustrasi. Pexels, Artem Beliaikin

BantenTribun.id- Momentum perayaan Hari Raya Galungan yang akan digelar masyarakat Hindu bali tahun ini akan berbeda.

Hari penting yang biasa dirayakan setiap 210 hari dalam kalender bali, tepatnya besok, Rabu 16 September 2020 kan menerapkan protokl kesehatan. Sesuai dengan acuan pemerintah guna mencegah penyebaran Covid-19.

Salah satu Desa Adat Bali, tepatnya di Legian, Kabuapten Badung. Penerapan protokol kesehatan terkait Covid 19, akan dilakukan.

“Desa Adat Bali bersama Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan Satgas Covid di sini sudah melakukan berbagai langkah strategis. Kita sudah pasang tanda jaga jarak antar umat. Hingga menggelar penyemprotan disinfektan untuk seluruh pura.” Kata Ketua LPM Legan, Wayan Puspa Negara pada Antara, Selasa 15 September 2020.

Lebih jauh Wayan mengatakan, petugas adat juga akan membatasi jumlah umat yang akan sembahyang. “Maksimal hanya 30 orang dalam waktu bersamaan. Mereka juga wajib pakai masker” Tambahnya.

Wayan juga memastikan masyarakat di sekitar Desa Adat Legian hingga kini tetap patuh dalam menjalankan protokol kesehatan. “Kesadaran mereka cukup tinggi, bila ada satu dua yang lupa, kami langsung ingatkan.” Jelasnnya.

Senada dengan Wayan, Kepala Keamanan Desa Adat Legian, A.A Putu Oka Hartawan juga mengatakan. Pihaknya akan melakukan tindakan-tindakan penting untuk menjaga protokol kesehatan tetap dilakukan selama perayaan Hari Raya Galungan.

Salah satu upaya yang dilakukan menurut Putu Oka adalah dengan mengerahkan seluruh petugas, yakni gabungan dari unsur Pecalang dan Linmas.

Seperti diketahui Pecalang merupakan unsur masyarakat di Bali yang tugasnya mengawal aktivitas keseharian di Bali. Termasuk mengamankan dan menertibkan penyelenggaraan upacara adat atau  keagamaan di Pulau Dewata.

Hari Raya Galungan

Bagi masyarakat Hindu Bali, Hari Raya Galungan merupakan momen penting dan sakral.

Momen yang jatuh setiap ‘Budha Kliwon Wuku Dunggulan’ itu memiliki makna yang penting. Yaitu tentang bersatunya kekautan rohani agar mendapat pemikiran dan pendirian yang teguh. Atau bisa dikatakan sebagai hari dimana menangnya kebaikan atas keburukan.

Dikutip dari Wikipedia, rangkaian acara Hari Raya Galungan oleh masyarkat Hindu Bali diawali dengan sembahyang di rumah masing-masing. Kemduian ke Pura disekitar lingkungannya.

Dalam Hari Raya Galungan, biasanya warga Hindu Bali juga melakukan ‘pulang kampung.’ Dimana umat yang kini tinggal di luar Bali akan menyempatkan diru untuk puang dan sembahyang di daerah masing-masing. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.