Berat Badan Naik Selama Pandemi? Woles, Kamu Tidak Sendiri

Berat badan naik selama pandemi, adalah konsekuensi dari tekanan lebih sering diam di rumah. Tekanan pekerjaan dan tekanan soal ketidakpastian kapan pandemi berakhir.

Namun jangan khawatir, anda tidak sendiri, karena sebagian besar orang di dunia mengalami hal yang sama.

berat badan naik
berat badan naik. Foto Pexels

BantenTribun.id- Pandemi Covid 19 memaksa sebagai besar orang di seluruh dunia untuk diam dirumah alias jadi anak rumahan.

Sayangnya, ketidakpastian akan kapan berakhirnya pandemi, ditambah rasa khawatir akan terinfeksi Covi 19 meski di rumah. Membuat banyak orang mengalami banyak tekanan.

Tekanan juga harus bertambah karena banyak orang harus kembali ke rumah, bekerja, belajar dan melakukan semuanya di rumah. Ada rasa bosan, dan keinginan untuk hidup normal seperti sediakala, meski sulit.

Tekanan itu berujung pada rasa frustasi, dan salahsatu pelariannya adalah makanan.

Seperti diketahui, dimasa pandemi penjualan produk makanan, produk alat masak hingga temuan-temuan baru jenis makananan dan minuman bermunculan.

Hal itu berdampak pada makin bertambahnya konsumsi makanan khususnya cemilan atau makanan selingan.

Sementara disisi lainnya, aktivitas olahraga berkurang karena Gym yang ditutup. Atau adanya kekhawatiran saat berolahraga di area publik.

Alhasil kenaikan berat badan jadi koneskuensi logis dari kondisi tersebut.

Dr. Len Horovitz seorang ahli penyakit dalam dan paru di Lenox Hill Hospital New York mengatakan. Peningkatan berat badan rata-rata 1 – 7 kilo gram selama pandemi.

“Pasien saya sering curhat bila selama pandemi mereka makin banyak makan camilan, hingga es krim. Mereka juga sadar bila konsumsi mereka berlebih.” Ungkap Dr. Len pada healthline.

Dr. Len juga mengatakan, bukan hanya infeksi yang harus jadi perhatian. Peningkatan berat badan juga. Hal itu karena berkaitan dengan penyakit lain sebagai dampaknya.

“Kelebihan berat badan dan obesitas berkaitan erat denga risiko diabetes tipe 2, stroke, penyakit jantung, hipertensi dan sejumlah penyakit lainnya.” Ungkapnya.

Ia juga mengatakan, naiknya berat badan terkait erat dengan rasa khawatir. Stres karena berat badan itu sendiri.

“Meskipun anda tidak ingin kekurangan makan selama pandemi, faktanya disisi lain anda harus berusaha menjaga berat badan tetap konsisten.” Imbuh Dr. Len.

Senada dengan Dr. Len, Penulis Mind Over Dr. Ian Smith mengatakan, kenaikan berat badan terkait dengan bagaimana anda, bagaimana anda bergerak dan kebiasaan pribadi anda. “ Semua harus dalam kendali anda.” Ungkap Dr. Ian.

“Jika anda sulit berolahraga karena gym yang ditutup atau khawatir berolahraga di area publik, tidak ada salahnya anda melakukan olahraga jalan kaki di sekitar rumah. Atau anda bisa berolahraga sambil melihat kelas olahraga virtual atau online.” Pungkas Dr. Ian. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.