Belum Ada ‘Mudeng’ di Lahan Wakaf MAN 2 Cihideung

 

MAN 2 Cihideung Pandeglang (foto-ist-BantenTribun)

Belum ada ‘mudeng’ atau  kata se-paham atas lahan wakaf antara warga dan pihak MAN 2 Cihideung, Kecamatan Cimanuk Pandeglang, atas pemanfaatan kembali lahan wakaf tersebut. Jika diabaikan, dikhawatirkan potensi konflik semakin mengemuka bila pembongkaran gedung terus berlanjut.

BantenTribun.id– Puluhan warga Kampung Cihideung, Desa Batubantar, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, sempat menggeruduk lokasi bangunan eks sekolah Pendidikan Guru Agama (PGA) 6 tahun tersebut.

Mereka memprotes dan  menyayangkan pembongkaran atap gedung sekolah  yang sekarang bernama Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pandeglang ini.

Pembongkaran genteng ruangan kelas itu diketahui  pada Rabu (28/10/2020) pagi, dan dilakukan oleh pekerja yang mengaku diperintah pihak MAN 2.

Akibat pembongkaran ini, 10 ruang kelas tampak tidak beratap. Plafon ruangan  juga rusak disebabkan aktivitas pekerjaan pembongkaran genteng.

Genteng di 10 ruangan MAN 2 Pandeglang, sudah dibongkar (foto-ist-BantenTribun)

Dari informasi warga Cihideung, pembongkaran eks MAN 2 ini dilakukan tanpa musyawarah dengan warga, yang diantaranya sebagai pihak wakif atau pemberi wakaf atas lahan dan bangunan  tersebut.

Tb Udi Mashudi, Nazir atau Wali Kampung Cihideung, menyatakan  pembongkaran eks bangunan MAN 2 tidak sesuai komitmen.

“Pihak MAN 2  hanya dapat izin dari warga menggunakan lahan dan sebagian bangunan untuk pendidikan. Kalau sekarang gedung itu sudah dikosongkan pengguna, ya kembalikan lagi ke warga sesuai komitmen awal. Sebenarnya kami sudah mencoba memohon mengembalikan wakaf itu sesuai aturan, namun selalu buntu sampai ada kejadian pembongkaran gedung. Kami ingin ada berkas pengembalian yang sah agar semuanya enak,” kata Udi.

“Kami keberatan dengan pembongkaran karena tanpa musyawarah. Pembongkaran itu juga sudah menyinggung warga dan kasepuhan  Cihideung yang mewakafkan sebagian lahan dan bangunan untuk pendidikan,” kata Adi Wijaya Kusuma, tokoh pemuda Cihideung, seperti dilansir dari laman resonansi.

Menurut Adi, pada saat itu lahan dan bangunan eks MAN 2, adalah wakaf warga Cihideung  untuk digunakan sekolah Pendidikan Guru Agama (PGA) 6 tahun pada tahun 70- an. Pasca penghapusan  PGA, bangunan dan lahan selanjutnya digunakan untuk MAN 2 Pandeglang sejak tahun 1980 an.

Karena luas lahan dianggap kurang memadai untuk pengembangan sekolah, MAN 2 ahirnya pindah dan membangun sekolah di Kampung Cigunung, tak jauh dari lokasi awal.

“Sekarang ini MAN 2 Pandeglang sudah pindah ke Kampung Cigunung. Kami sudah meminta secara prosedural sampai ke Kemenag Pandeglang, agar lahan dan bangunan dipergunakan kembali oleh warga Cihideung untuk sarana pendidikan, tapi sampai saat ini tidak ada kepastian,” kata Adi.

Ditambahkannya warga sudah sepakat dan meminta pihak MAN atau Kantor Kemenag Kabupaten Pandeglang untuk  segera menyerahkan bangunan  kepada warga dalam keadaan utuh atau tidak dibongkar.

“Eks MAN 2 Pandeglang  sekarang ini sudah kosong. Kami ingin memanfaatkannya untuk kepentingan pendidikan, sebagaimana cita-cita pihak wakif. Kami siap mengikuti prosedur yang berlaku untuk memanfaatkan bangunan itu,” kata Adi.

Dihubungi terpisah, salah satu tokoh warga Cihedung Aat Surya Syafaat menilai kekecewaan warga atas pembongkaran eks MAN 2 cukup beralasan. Meski begitu, Aat meminta persoalan ini diselesaikan dengan kepala dingin.

“Pihak pengelola MAN 2 statusnya sebatas pengelola atas izin warga. Karena sekarang MAN 2 sudah pindah, sebaiknya bangunan dihibahkan ke warga untuk kepentingan pendidikan. Kami harapkan pihak terkait memperbaiki komunikasi dengan warga,” kata Aat.

Belum ada konfirmasi resmi dari pihak Kantor Kemenag Pandeglang ataupun pihak MAN 2 terkait hal ini. Beberapa nomor yang dihubungi BantenTribun tidak dapat tersambung.

Mudeng di lahan wakaf MAN Cihideung, “Mudeng “ diantara pihak wakif dan Nadzir, memang sangat  diharapkan agar sesuai amanat, agar  bisa mewujudkan potensi dan manfaat untuk kepentingan ibadah. ** (Red/kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.