Belajar dari Kasus Fredrich Yunadi dan dokter Bimanesh

Frederich Yunadi peristiwa yang bisa jadi pelajaran
Belajar dari kasus fredrich Yunadi.- foto @Okezone

Fredrich Yunadi , mantan  pengacara Setnov itu akhirnya  ditetapkan sebagai tersangka bersama dokter Bimanesh Sutarjo. Sebelumnya, KPK  juga meminta Imigrasi mencegah Fredrich, pengacara yang mengarang cerita “kepala benjol segede Bakpao”, pasca Setnov kecelakaan menabrak tiang listrik.

Pandeglang, BantenTribun.id-Mantan Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi akhirnya ditetapkan  sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi . Dia ditetapkan tersangka bersama  Bimanesh Sutarjo, dokter dari RS Medika Permata Hijau. Mereka berdua diduga telah bekerja sama untuk memasukkan Novanto ke rumah sakit tersebut pasca kecelakaan yang dialami Novanto di kawasan Permata Hijau Kamis, 16 Desember 2017 lalu.

“FY dan BST diduga bekerja sama untuk memasukan tersangka SN ke rumah sakit untuk dilakukan rawat inap dengan data-data medis yang diduga dimanipulasi sedemikian rupa,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan, dalam keterangan persnya seperti dikutip Kompas.com di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu 10 Januari 2018.

Menurut Basaria , penetapan kedua orang tersebut sebagai tersangka karena diduga kuat telah bekerjasama supaya Setnov terhindar dari panggilan dan pemeriksaan oleh penyidik KPK. Padahal, sebelumnya KPK telah memberikan surat panggilan terhadap mantan Ketua DPR RI itu hingga memasukkan Novanto dalam daftar pencarian orang (DPO).

Ditengah pencarian hilangnya Setnov , KPK mendapatkan kabar bahwa Setnov mengalami kecelakaan menabrak tiang listrik. Saat itu, ia bersama ajudannya dan seorang wartawan dari Metro TV, Hilman Mattauch dan langsung dilarikan ke RS permata hijau.

Anehnya, meski  mengalami kecelakaan, masih kata Basaria,  Novanto saat itu tidak dimasukan ke ruang  IGD.  Setnov langsung dibawa ke ruang rawat inap VIP, yang ternyata kamar tersebut sudah dipesan terlebih dulu oleh Fredrich.

“Diperoleh  informasi bahwa salah satu dokter di RS mendapat telpon dari seorang yang diduga sebagai pengacara SN, bahwa SN akan dirawat di RS sekitar pukul 21.00 WIB. Padahal saat itu belum diketahui SN akan dirawat karena sakit apa,” kata  Basaria, dalam siaran televisi.

Basaria mengatakan Fredrich dan Bimanesh, disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, KPK  lebih dulu mencegah mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi untuk berpergian ke luar negeri.

Selain Fredrich, KPK juga telah memberikan makmulat kepada tiga orang lainnya yakni Reza Pahlevi, M Hilman Mattauch, dan Achmad Rudyansyah diberikan maklumat oleh KPK agar ketiganya tidak meninggalkan Indonesia terhitung dari 8 Desember 2017.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pencegahan itu disebut-sebut terkait proses penyelidikan dugaan tindak pidana, merintangi, atau menggagalkan baik secara langsung atau tidak langsung terhadap penyidikan terdakwa Setya Novanto.

“KPK mengirimkan surat kepada pihak Imigrasi Kemenkumham tentang pencegahan terhadap empat orang,” kata Febri seperti dikutip Kompas.com di Gedung KPK Jakarta, Selasa 9 Januari 2018.

Febri menyebutkan, pencegahan tersebut dilakukan pihaknya lantaran KPK merasa masih membutuhkan keterangan keempat orang itu dalam perkara yang sedang diselidiki. Selain itu, masih kata Febri, dia juga mengingatkan agar jangan sampai ada pihak-pihak yang menghambat proses persidangan kasus dugaan korupsi KTP Elektronik tersebut.

Jika ada pihak-pihak yang menghambat proses tersebut, maka Febri menegaskan bahwa orang itu akan dikenakan ancaman Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 199 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) atau obstruction of justice.

“Kepada semua pihak, KPK mengingatkan agar tidak berupaya menghambat penanganan perkara yang sedang berjalan. Terdapat risiko hukum yang cukup berat seperti diatur di Pasal 21 UU Tipikor atau obstruction of justice,” ujar Febri saat memberikan keterangan di gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu 13 Desember 2017 lalu.

Sebelumnya, Perhimpunan Advokat Pendukung KPK (PAP-KPK) juga telah mendesak KPK untuk segera menindaklanjuti terkait adanya laporan dugaan merintangi penyidikan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan KTP-el yang menyeret Novanto. Salah seorang yang dilaporkan PAP KPK tersebut adalah Fredrich Yunadi.

Koordinator PAP-KPK Petrus Selestinus menilai, walau pun Novanto telah ditahan oleh KPK. Namun dia perpendapat tetap harus ada sanksi terhadap upaya perlindungan Novanto dari jerat hukum. Fredrich, kata dia, diduga kuat sebagai salah seorang yang menghalangi kerja KPK itu.

“Dalam laporan itu, Fredrich Yunadi merupakan salah satu orang yang diduga kuat sebagai pelaku di dalam upaya merintangi kerja KPK,” ujar Petrus melalui keterangan tertulis, Senin 20 November 2017 lalu.

Dia pun memberikan contoh seperti apa usaha merintangi KPK yang dilakukan Fredrich, salah satunya adalah dengan melaporkan dua pimpinan KPK ke Bareskrim Polri, serta melarang Novanto untuk memenuhi panggilan dari KPK. Selain itu, tambah dia, Fredrich juga melakukan pembatalan terhadap Sprindik dan perpanjangan pencegahan bepergian ke luar negeri.

Tidak hanya sampai di situ, tambah Petrus, Fredrich juga telah bersikeras terhadap KPK ketika KPK memanggil Novanto untuk diperiksa sebagai saksi. Fredrich saat itu meminta KPK agar terlebih dulu mendapatkan izin tertulis dari Presiden Joko Widodo, untuk memeriksa kliennya.

Dalam Pasal 21 UU Tipikor dikatakan, setiap orang yang dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di sidang pengadilan terhadap tersangka atau terdakwa ataupun para saksi dalam perkara korupsi dipidana dengan pidana penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama dua belas tahun dan atau denda paling sedikit Rp150 juta dan paling banyak Rp600 juta.*(red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.