Begini Rupanya, Halaqah Ibu-Ibu Diaspora di San Francisco

Halaqah Ibu-Ibu Diaspora di San Francisco
Halaqah Ibu-Ibu Diaspora di San Francisco. Foto VOA Video

Kesadaran akan Islam membuat penganutnya akan terus belajar dan aktif mengikut Halaqah sebagai metodenya dimanapun berada, termasuk di negara dimana Islam hanyalah sebuah agama minoritas

BantenTribun.id- Kesadaran beragama merupakan naluri bagi setiap orang. Naluri itu (Beragama) merupakan fitrah yang tak pernah bisa lepas dari manusia dimanapun mereka berada.

Ibu-Ibu atau Muslimah diaspora Indonesia di San Francisco Amerika Serikat juga merasakan hal yang sama. Sadar Sebagai muslimah, mereka punya cara sendiri untuk memenuhi naluri beragamanya dengan belajar bersama mengkaji islam dalam bentuk perhalaqahan.

Bagi mereka, Halaqah bukan sekedar ajang berkumpul dan silaturahmi sesama diaspora, tapi lebih dari itu. Ibu-Ibu di San Francisco Amerika bisa mengkaji Islam sekaligus sharing ilmu agama terkait perbaikan Qira’atil Qur’an dan sharing parenting berbasis Islam.

Awalanya Halaqah kami hanya sebuah pertemuan pengajian dan mendalami Islam, tapi dari situ kita berkembang pada perbaikan tilawah dengan One Day One Juz, kemudian berkembang juga pada aspek sosial seperti membantu ibu-ibu yang melahirkan, Meal Train, hingga membantu dalam mencari makanan halal.” Ungkap salah seorang peserta pengajian, seperti dilnasir dari VOA.

Hebatnya, halaqah yang dilakukan kaum ibu Indonesia di salahsatu kota di negeri Paman Sam itu sudah berlangsung selama empat tahun dan rutin diikuti oleh sekitar 30 orang.

Salahseorang peserta halaqah menyatakan, jarak yang jauh dari Indonesia menjadikan perhalaqahan dan bertemu dengan orang dari negara yang sama sangat membantu. Ia juga mengaku belajar agama dengan bahasa ibu jauh lebih memudahkan untuk mereka.

Dengan halaqah, mereka mengaku sangat termotivasi untuk belajar agama lebih baik lagi bahkan terus berkembang, termasuk bagaimana mendidik dan membimbing tumbuh kembang anak-anak secara islami meski dinegara dimana Islam menjadi agama minoritas.

Halaqah yang berjalan tahunan itu rupanya tak hanya diisi oleh para anggota saja, tapi sesekali juga mengundang Ustadz-Ustadz yang kebetulan datang atau berkunjung ke Amerika. Hal itu pun rupanya berguna untuk mengobati kerinduan mereka akan pengajian yang telah mereka ikuti di Indonesia.

Banyak harapan yang mereka tanamkan dalam perhalaqahan, salahsatunya adalah ingin menunjukan “the Real Islam” atau Islam yang sebenarnya pada warga Amerika.

Tak hanya itu, Ibu-Ibu Diasporan itu juga berharap agar Halaqah mereka nantinya dapat diteruskan oleh anak-anak mereka dan dapat digelar di Masjid komunitas Muslim San Francisco. (Aji)

sumber: VOA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.