Beda Nasib Industri Film Korea dan Bollywood

Industri film menjadi satu dari sekian sektor yang terdampak Covid-19. Tak ada syuting karena takut tertular, dan ditutupnya bioskop membuat industri ternama seperti bollywood dan hollywood pun harus mencari cara lain untuk tetap bertahan.

industri film

BantenTribun.id- Pandemi Covid-19 telah mengguncang industri perfilman dunia, Hollywood, Bollywood hingga Film Korea terpengaruh akibat wabah itu, namun dalam perjalanannya, industri-industri film itu kini mengalami nasib yang berbeda.

Sebagai sebuah industri terbesar dan terkenal di dunia, studio-studio film di Hollywood tak lagi berproduksi sejak pandemi makin berkibar di awal Maret.

Tapi tidak untuk Korea Selatan, industri film dan drama (drakor) di negara tetap beroperasi dan menghasilkan beberapa karya yang memukau.

Kebijakan pemerintah Korea Selatan dalam melakukan pelacakan dan test covid secara masif menjadi pemicu utama, tak terkecuali untuk pelaku industri film.

Pemerintah setempat juga sangat ketat dalam melakukan protokol kesehatan, mulai dari penggunaan masker, face shield, jaga jarak, penggunaan hand sanitizer hingga pemeriksahaan kesehata.

“Pengunjung dilarang mendekati area shooting film atau drama Korea, aktor dan aktris film atau drakor juga wajib menggunakan masker, atau face shield saat ‘break’ shooting.” Kata Kim Seong-hoon, seorang analis hiburan Korea Selatan, pada Korean Herald.

Alhasil di masa pandemi, film korea melejit dan mendapat pengakuan dunia, program ‘hallyu’ mereka bisa dianggap berhasil, karena produksi film dan drakor ditonton oleh jutaan pasang mata di seluruh dunia.

Meski terus berproduksi dan mendapatkan penghargaan dunia, industri film Korea Selatan sebenarnya masih dilanda ketidakpastian, khususny soal kepastian keamanan saat bioskop di Korea kembali di buka .

Industri Film Bollywood

Bollywood, industri film India itu tak sanggup berbuat banyak sejak negara itu di vonis sebagai salah satu episentrum penyebaran virus corona.

Sedihnya, bintang film kelas atas dan kebanggaan India, Amita Bhachan beserta keluarga, malah dikabarkan terpapar virus corona.

Sejak kemunculan virus itu di India, bisa dikatakan produksi film di industri bollywood mati suri.

Meski misalkan dipaksa untuk tetap beroperasi, akan terlalu banyak risiko yang harus dihadapi baikk oleh crew, aktor maupun artis itu sendiri.

Seperti diketahui, sejak pandemi terjadi, India telah menutup hampir semua bioskop yang jumlahnya sekitar 10 ribu, dan selama itu pula kerugian bisa mencapai sekitar 10 miliar rupee.

Saat ini, seperti kebanyakan industri film di dunia, india juga masih berusaha bangkit melalui industri film online dan belum tahu kapan bioskop akan benar-benar dibuka. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.