Bapak dan Anak dari Sukaresmi Residivis Pencuri Kendaraan, Dibekuk Polres Pandeglang

Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono saat menggelar press rilis di Mapolres Pandeglang, Selasa (26/6)
Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono saat menggelar press rilis di Mapolres Pandeglang, Selasa (26/6)

Bapak dan anak dari Kampung Pinang, Desa Cibungur, Kecamatan Sukaresmi ini ternyata kompak menjadi residivis pencurian kendaraan bermotor. Keduanya dibekuk Satreskrim Polres Pandeglang usai mencuri mobil bak terbuka di Kabupaten Lebak.

Pandeglang,BantenTribun.id – Ujang Wandi (53) dan anaknya Agus Sumardi (27) Warga Kampung Pinang Rt 09 Rw 03, Desa Cibungur, Kecamatan Sukaresmi berhasil diamankan disebuah bengkel daerah Lebak saat akan mengganti kunci kontak dan mengubah warna kendaraan jenis bak terbuka hasil aksi kejahatannya. Keduanya merupakan residivis pencuri kendaraan bermotor.

Bapak dan anak ini berhasil dibekuk Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pandeglang usai melakukan aksi pencurian kendaraan roda empat jenis Pick Up L300 dengan Nomor Polisi (Nopol) A 8218 k di daerah Kabupaten Lebak.

Kami mendapat informasi dan segera melakukan penelusuran dan sampai tempat dimana para pelaku akan mengganti kunci dan cat mobil disebuah bengkel di daerah Lebak. Modusnya dengan merusak kunci kemudian dibawa kabur,” kata Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono saat menggelar press rilis di Mapolres Pandeglang, Selasa (26/6/2017).

Pelaku merupakan residivis pencurian bermotor, karena sebelumnya juga pernah ditahan dengan kasus yang sama.

Menurut Kapolres, untuk sementara barang bukti yang berhasil diamankan dari para pelaku baru kendaraan L300, dan kasusnya masih dalam pengembangan.

Pelaku ini bapak sama anak, mereka pemain lama dan sebelumnya juga pernah diproses hukum, hasil pengembangan baru kendaraan ini yang berhasil diamankan,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Pandeglang, AKP Oka Nurmulia Hayatman menambahkan, para pelaku biasanya melakukan pencurian karena sudah ada pesanan dari calon pembeli kendaraan. Modus yang digunakan para pelaku yaitu mengganti warna kendaraan untuk mengelabui petugas.

Ujang Wandi, pelaku tersebut, mengatakan hanya butuh waktu sekitar 10 menit dalam menjalankan aksinya. Ujang juga mengatakan kalau tugas anaknya dalam melakukan pencurian hanya sebagai pengantar dirinya.

Sepuluh menit, tidak mengintai langsung tiba-tiba saja. Anak itu cuman mengantar, rencananya akan dijual kalau sudah ada yang mau beli. Baru 2 kali melakukan tapi gagal juga, kalau dijual sekitar sepuluh juta,” terangnya.

Kedua pelaku diancam dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun kurungan penjara.(red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.