Banyak Pengusaha Pandeglang Bayar Upah Rendah

Dadun Kohar, Kabid-Penempatan Tenaga Kerja

Pandeglang,BantenTribun.id — Hingga saat ini, disinyalir masih banyak pengusaha yang membayar upah atau gaji pegawainya  jauh dari Upah Minimum Kabupaten (UMK). Penyebab utama rendahnya pengupahan ini, selain faktor kepasrahan dari pencari kerja itu sendiri, para pengusaha juga sering disebut-sebut sebagai pihak yang sengaja memanfaatkan situasi dan kondisi psikologis pencaker atau pencari kerja.

Para pelaku usaha disemua bidang, selain pelaku yang tergolong UMKM, memiliki kecenderungan mengabaikan ketentuan UMK dan berusaha berlindung dibalik alasan belum memiliki kesanggupan membayar sesuai standar minimal upah. Mereka juga sering berlindung di balik kesepakatan kerja yang telah disetujui bersama. Pengusaha juga kerap  mengabaikan izin laporan penggunaan tenaga kerja dan tidak memberikan tembusan kontrak kesepakatan kerja  kepada dinas terkait. Hal ini akan menyulitkan pihaknya  jika terjadi perselisihan dikemudian hari.

Kesimpulan ini disampaikan Dadun Kohar , Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja(Disnaker) Kabupaten Pandeglang kepada BantenTribun.id,di Kantornya Kamis(16/8) kemarin.

Menurut Dadun Kohar, saat ini UMK kabupaten sudah ditetapkan sebesar   Rp 2,161 juta per bulan. Jika masih ada pengusaha yang mengaku belum memiliki kemampuan, juga diminta  mengikuti ketentuan lain yang ditetapkan sebagai prasyarat. Dadun, yang merangkap sebagai Kabid Hubungan Industrial Disnaker Pandeglang ini, memastikan pihaknya akan menjalankan pengawasan dan  memberikan teguran atau sangsi kepada pengusaha yang masih  sengaja nakal(Kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.