Bakal Cabup Pandeglang Jalur Perorangan Gagal Melenggang, Mulyadi Cas Kandas

Dua pasangan bakal Calon bupati atau cabup Pandeglang yang maju dari jalur perorangan terancam gagal melenggang dalam pilkada yang akan digelar Desember depan. Keduanya tidak memenuhi syarat minimal dukungan. Bacabup Mulyadi “Cas Cikole “ dipastikan kandas.

cabup pandeglang
Dua bakal calon atau cabup Pandeglang jalur perorangan gagal melenggang karena kurang jumlah dukungan, (foto-BantenTribun)

Pandeglang,BantenTribun.id- Pasangan bakal calon Bupati dan wakil Bupati Pandeglang dari jalur perorangan Yanto Kristanto  vokalis band rock Jamrud, yang berpasangan dengan Hendra Pranova serta Pemilik Cas Cikole, Mulyadi dan Ahmad Subhan terancam gagal melenggang sebagai peserta dalam pertarungan kursi kepemimpinan daerah yang bakal digelar pada Desember 2020 depan.

Kedua pasangan cabup pandeglang dan wabupnya ini dinyatakan KPU Pandeglang tidak memenuhi syarat dukungan minimal.

Berdasar hasil rapat pleno rekapitulasi dukungan bakal pasangan calon perseorangan yang di lakukan KPU Pandeglang di wisma PKPRI, Selasa, 21 Juli 2020.

Menurut Ketua KPU Pandeglang Ahmad Sujai, dua pasangan calon tidak ada yang memenuhi syarat minimal dengan jumlah pendukung sebanyak 69808 dukungan.

Pasangan Yanto Kristanto dan Hendra terancam tidak lolos menjadi peserta Pilkada Pandeglang karena kekurangan jumlah pendukung  sebanyak 33.085 dukungan.

KPU hanya memberikan waktu tiga hari, jika pasangan ini berniat melakukan perbaikan, dengan jumlah yang harus dilipatduakan menjadi 66.170 pendukung, sesuai ketentuan.

Pasangan Mulyadi Cas dan  A Subhan sudah menyatakan mengundurkan diri dari tahapan selanjutnya atau tidak akan melakukan perbaikan syarat dukungan setelah mengikuti rapat pleno.

“Pasangan cabup pandegalng Mulyadi dan wakilnya Subhan masih ada kekurangan sebanyak 13.129 dukungan. Berdasarkan ketentuan jika harus menyampaikan dokumen dukungan perbaikan maka dua kali lipat dari kekurangan (atau 26.258 dukungan). Sebarannya harus 50 persen kecamatan di Pandeglang,” kata Sujai di Pandeglang.

Sesuai dengan tahapan, waktu perbaikan di mulai tanggal 25 sampai 27 Juli.

“Hanya tiga hari, dokumen yang disampaikan harus sama dengan dokumen penyerahan awal ada B1 yang sudah ditempel KTP elektronik, termasuk juga B1.1,”katanya.

Pasangan Mulyadi- Ahmad Subhan, Lanjut Suja’i sudah menyatakan tidak akan mengikuti tahapan selanjutnya atau dokumen perbaikan dukungan. Bahkan penyerahan dari tim LO Mulyadi – Ahmad Subhan telah disampaikan secara tertulis. Sementara, pasangan Krisyanto dan Hendra mengaku akan memperbaiki syarat dukungan.

“Jadi memang setelah ditetapkan tim penghubung LO dari pasangan Mulyadi Ahmad Subhan yang pada pokoknya tidak akan melanjutkan proses selanjutnya atau tidak akan menyampaikan dukungan perbaikan” jelas Sujai.

 “Sedangkan pasangan Yanto Kristanto – Hendra Pranova akan menyampaikan dukungan perbaikan,” imbuhnya.

Suja’i menegaskan, Jika pasangan Krisyanto – Hendra tidak melakukan perbaikan dukungan, KPU Pandeglang memastikan pasangan ini gugur.

Jika itu terjadi, calon pilkada dari jalur perseorangan pun, dipastikan hanya menampilkan calon  usungan parpol.*(ck/kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.