Ini Bahaya Cacing Anisakis dalam Makarel

Bahaya cacing anisakis dalam Makare
Bahaya cacing anisakis dalam Makarel, foto beepdo

Bahaya cacing Anisakis yang ditemukan dalam Makarel berdampak pada kesehatan manusia, pemerintah harus bertindak tegas melindungi penduduknya

Pandeglang, BantenTribun .id- Indonesia tengah dihebohkan oleh beredarnya produk makanan olahan ikan dalam kemasan kaleng (Makarel) mengandung cacing anisakis yang berbahaya bagi tubuh.

Temuan cacing dalam makarel pertama kali di ungkap oleh Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang menemukan 27 produk makarel positif mengandung cacing anisakis.

Cacing parasit itu melakukan invasi pada ikan dengan mengandalkan Krustasea atau udang-udangan sebagai inang. Krustasea yang membawa larva Anisaksi yang dimakan oleh ikan. Larva yang tumbuh menjadi parasit dalam tubuh ikan.

Sebagai genus, nematoda anisakis memiliki beberapa spesies seperti Anisaksi pegreffi, A. physeteris, A. simplex dan A. Ziphidarum.

Bahaya Cacing Anisakis Bagi Manusia

Dilansir dari laman sciencedirect, Anisakis, salahsatunya A.simplex merupakan spesies yang bersifat zoonotic, atau penyakit yang dapat menyerang pada manusia.

Penyakit yang berasal dari cacing parasit itu dinamakan Anisakiasis yang umumnya menyerang manusia di negara yang biasa mengkonsumsi ikan mentah seperti di Jepang dan di negara-negara skandinavia.

Bahaya cacing Anisakis bagi manusia biasanya terkait dengan sistem pencernaan. Seperti mual, muntah-muntah yang parah, nyeri lambung, hingga batuk dari yang berasal dari gastro-intestinal. Bahkan dalam beberapa kasus bisa menyebabkan malnutrisi.

Tipe serangan cacing dalam makarel yang tengah trending itu disebut infeksi non-penetrasi, karena ia tidak sanggup menembus dindingĀ  usus. Namun respon dari sistem kekebalan tubuhlah yang menyebabkan mual, muntah atau berbagai efek lainnya.

Bahaya Cacing Anisakis, Ini Pencegahannya

Nematoda parasit itu umumnya ada pada ikan mentah yang dapat dicegah dengan memasak pada suhu lebih dari 600 C atau dibekukan.

Dilansir dari Food and Drug Adminstration. BPOM nya Amerika Serikat itu merekomendasikan agar ikan yang mengandung cacing anisaks dibekukan hingga suhu mencapai -350 C selama 15 jam.

Regulasi beberapa negara terutama di Uni Eropa lumayan ketat untuk penjualan ikan mentah. Antisipasi cacing Anisakis menjadi salahsatu alasannya.

Sementara di Indonesia, kasus ditemukannya cacing parasit itu ada pada olahan ikan dalam kemasan kaleng (Makareal) yang banyak diminati oleh masyarakat karena instan dan praktis.

Mengantisipasi bahaya cacing anisakis bagi tubuh manusia, Pemerintah sejatinya harus melakukan respon cepat dengan menarik produk-produk yang positif terpapar parasit itu sebelum bahayanya benar-benar terjadi pada manusia. (AJI)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.