Apple iPhone Di Cina: Laris Manis, Penjualan Tumbuh Signifikan

Aneh, Sebagai negara produsen smarphone dengan varian brand, Apple iPhone di Cina malah diminati warganya, strategi apa yang diterapkan?

Apple iphone di cina

BantenTribun.id- Sebagai negara produsen Android dengan berbagai merk terkenal dunia, masyarakat Cina justru ‘gandrung’ dengan produk smartphone buatan Amerika, Apple iPhone.

Sungguh mengherankan, iPhone bukan saja menjadi gambaran besar negara yang kini tengah berseteru dengan Cina, tapi juga soal pandemi, dimana ekonomi tengah mengalami kontraksi.

merujuk data Counterpoint Research, sebuah perusahaan analisis industri global yang berpusat di Asia melaporkan, volume penjualan Apple iPhone di Cina mencapai 7,4 juta unit pada kuartal April hingga Juni. Tumbuh 32 persen year on year (yoy).

Jika dibanding dengan smartphone produksi Cina, tingkat pertumbuhan Apple iPhone lumayan tinggi, Huawei hanya tumbuh 14 persen yoy, Oppo, Vivo dan Xiaomi juga mengalami penurunan yang siginifikan persentase pertumbuhan penjualannya.

Dua produk Apple iPhone yang laris di Cina adalah iPhone 11 dan smartphone yang lebih terjangkau, iPhone SE.

Produk Apple iPhone yang dijual di Cina tentu tak sebanyak produk smartphone asal negara itu, tapi pertumbuhan yang menjanjikan itu menjadi teguran penting untuk industri di negara tersebut.

Menurut Flora Tang, salahsatu produk smartphone terlaris di Cina saat ini adalah iPhone 11, “Smartphone Apple itu (iPhone 11) berturut-turut memimpin pasar sebagai produk paling laris di Cina, sejak September lalu,” ungkapnya pada CNBC.

Strategi Apple iPhone di Cina

Apple mengakui bila Cina adalah pasar yang kritis namun potensial mengingat jumlah penduduknya. Tapi tantangan besar hadir karena negara itu adalah produsen smartphone terbesar yang punya beberapa merk terkenal.

Tapi strategi Apple iPhone di Cina dalam menjaring konsumen bisa dibilang cukup berhasil.

Apple menawarkan diskon besar pada festival belanja online (Harbolnas) di Cina pada juni lalu. Selain itu, varian produk smarphone yang lebih ramah kantong pada iPhone SE juga dinilai sanggup menggaet pasar yang lebih low.

Riset dari Sensor Tower juga menunjuan bila Apple tampil ciamik dari sisi layanan. App Store, sebagai layanan Apple menghasilkan $ 4,4 miliar pendapatan kotor pada kuartal kedua. Naik 13 persen yoy.

Teknologi 5G

Belum ada Apple Iphone di Cina dan dimanapun yang mengadopsi teknologi 5G, tidak seperti salahsatu produk Cina yang kini sudah menerapkan teknologi itu.

Hasilnya hampir sepertiga dari ponsel yang dijual di Cina merupakan ponsel yang mengadopsi teknologi itu.

Banyak pengamat berharap Apple melakukan terobosan baru dengan smartphone 5G pada Apple iPhone 12.

“Kami harap akan ada iPhone 5G di generasi Apple berikutnya, itu akan menarik bagi konsumen Cina. Konsumen di negara itu telah sangat terdidik tentang manfaat 5G, dan operator telekomunikasi Cina mempromosikan rencana 5G dengan harga bersaing,” ungkap Tang.

Kita tunggu saja apakah iPhone 12 nanti akan mengadopsi 5G atau Apple punya strategi pasar lain?. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.