Antisipasi Bencana, BNPB Gelar Talk show Mitigasi Kebencanaan

BNPB bersama BPBD Pandeglang, menggelar talk show mitigasi bencana ,Senin,21/5, (foto-aldo-BantenTribun)
BNPB bersama BPBD Pandeglang, menggelar talk show mitigasi bencana ,Senin,21/5, (foto-aldo-BantenTribun)

Komposisi geografis Pandeglang, menyimpan potensi bencana seperti isue bencana yang cukup besar, oleh sebab itu sebagai antisipasi, mitigasi bencana terus ditingkatkan. Terdapat 11 kecamatan di Pandeglang yang termasuk dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB).

Pandeglang, BantenTribun.id – Kabupaten Pandeglang adalah daerah yang terletak diujung barat Provinsi Banten  memang memiliki Sumberdaya Alam (SDA) yang melimpah. Namun dibalik itu, dari komposisi geografis, Pandeglang juga menyimpan potensi bencana seperti isue bencana yang cukup besar, oleh sebab itu sebagai antisipasi, mitigasi bencana terus ditingkatkan.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Pandeglang Tanto Warsono Arban pada acara Talkshow bersama Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB), Senin (21/05/2018) di Sofyan In Altama.

Lebih lanjut Tanto menyampaikan luas pantai Kabupaten Pandeglang kurang lebih 307 Km dari mulai Kecamatan Cikeusik Hingga Carita. Kata Tanto, jika Issue Tsunami 57 meter dari kajian Badan  Pengkajian , dan Penerapan Teknologi (BPPT) itu terjadi tidak dapat terbayangkan bagaimana jadinya Pandeglang ini.

“Di Jepang saja dengan ketinggian 10 meter sudah hancur. Memang ini kajian yang dilihat dari patahan yang ada di laut. Seharusnya informasi ini yang mengeluarkan BMKG. BPPT hanya sebagai kajian saja harus nya seperti itu alurnya. Semoga ini hanya issue dan tidak pernah terjadi,” imbuhnya.

Wabup Pandeglang, Tanto W.Arban, saat menyampaikan pesannya di acara talk show mitigasi bencana
Wabup Pandeglang, Tanto W.Arban, saat menyampaikan pesannya di acara talk show mitigasi bencana

Masih kata Tanto, di Provinsi Banten khususnya Pandeglang sudah Read Zona (Zona Merah) untuk bencana alam baik Banjir, Gelombang Tingi, Gunung Berapi. Untuk itu, perlu adanya kerjasama yang baik.

“Semua lapisan harus faham, sehingga jika terjadi bencana dapat diantisifasi dan kita hindari itu, talkshow ini dianggap sangat penting dilakukan,” katanya.

Khususnya di daerah pesisir Tanto menghimbau, harus selalu waspada.

Kami berharap mitigasi ini dipahami dengan baik serta bisa di sampaikan ke masyarakat soal bagaimana yang harus di lakukan jika bencana terjadi.

“Saya harap mitigasi ini dipahami dengan baik, dan sampaikan ke masyarakat bagaimana yang harus dilakukan jika bencana terjadi,” terangnya.

Dari informasi yang di himpun BantenTribun,  terdapat sebelas kecamatan yang mengikuti acara tersebut yaitu Kecamatan Sumur, Cimanggu, Cibaliung, Cikeusik, Cigeulis, Panimbang, Pagelaran, Labuan, Carita, Sobang, dan Sukaresmi.

Tiar Prasetya Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Jakarta mengatakan, talk show ini memberikan pemahaman sejak dini tentang potensi-potensi kebencanaan serta cara untuk menanggulanginya.

” Dalam kesempatan ini kami terus menghimbau dan menyampaikan pemahaman-pemahaman soal kebencanaan dan cara menanggulanginya,” kata Tiar.

Asep Rahmat Kepala BPBD Kabupaten Pandeglang mengatakan, ada 11 Kecamatan  yang termasuk kedalam KRB kawasan rawan bencana, akan tetapi pihaknya terus berupaya dalam melakukan penanggulangan kebencanaan baik berupa keperluan evakuasi maupun melatih SDM yang berada di sekitaran pesisir pantai untuk cepat tanggap dalam kebencanaan,”tutupnya.(Aldo / adv BPBD)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.