Antisipasi Baby Boom di Masa Pandemi, BKKBN Lakukan Ini

bkkbn

Candaan “Corona Negatif Istri Negatif” menjadi kalimat yang banyak diunggah oleh netizen di berbagai sosial media, status facebok, instagram, Whatsapp dan lainnya.

BantenTribun.id- Pandemi Covid-19 membuat banyak perubahan dalam hidup, adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar, anjuran dirumah aja, membuat khawatir pegiat KB akan adanya ledakan kelahiran bayi atau Baby Boom.

Candaan “Corona Negatif Istri Negatif” menjadi kalimat yang banyak diunggah oleh netizen di berbagai sosial media, status facebok, instagram, Whatsapp dan lainnya.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sadar dengan kondisi pandemi saat ini, oleh karenanya berbagai kebijakan untuk meningkatkan kesertaan ber-KB terus diupayakan baik jangka pendek maupun panjang.

Kepala BKKBN, dr. Hasto Wardoyo, Sp. OG (K) yang menjelaskan bahwa dampak Covid-19 pada kegiatan BKKBN antara lain adanya penyesuaian alokasi anggaran dalam skema refocusing untuk penanganan Covid-19 sebesar 408,6 miliar.

Ada kekhawatiran dari Hasto akibat refocusing tersebut, “Situasi ini akan sangat berdampak pada pelayanan KB dan peningkatan angka kematian ibu dan bayi serta stunting,” ungkapnya, pada Jum’at (8/5).

Kendati begitu, Hasto mengaku kebijakan BKKBN termasuk untuk mencegah adanya Baby Boom terus dilakukan, meskipun terkendala pandemi. Menurutnya ada lima kebijakan yang dilaksanakan oleh BKKBN selama pandemi Covid-19, dengan koordinasi intensif dengan provinsi dan kabupaten.

“BKKBN (Pusat & Provinsi) maupun DPPAPP DKI Jakarta berkoordinasi dengan OPD Bidang Dalduk dan KB Kab/Kota dalam melakukan pembinaan kesertaan ber-KB dan pencegahan putus pakai melalui berbagai media terutama media daring,” ungkap Hasto.

Ia juga menambahkan, kegiatan-kegiatan seperti kerjasama dengan Kader Institusi Masyarakat Pedesaan untuk melakukan analisis dari (R/1/PUS) distribusi kontrasepsi ulangan pil dan kondom dibawah supervisi puskesmas/dokter/bidan setempat, koordinasi dengan faskes terdekat serta PMB dalam rangka persiapan dan pelaksanaan kegiatan pelayanan KB juga terus dilaksanakan

Disamping itu, masih berjalan juga pembinaan kesertaan ber-KB termasuk KIE dan Konseling menggunakan media daring dan medsos atau kunjungan langsung dengan memperhatikan jarak ideal, serta mengajak PMB (BIDAN) mengawasi distribusi alat kontrasepsi dan sebagainya.

Diakui Hasto bahwa terdapat penurunan peserta KB pada bulan Maret 2020 apabila dibandingkan dengan bulan Februari 2020 di seluruh Indonesia. Pemakaian IUD pada Februari 2020 sejumlah 36.155 turun menjadi 23.383. Sedangkan implan dari 81.062 menjadi 51.536, suntik dari 524.989 menjadi 341.109, pil 251.619 menjadi 146.767, kondom dari 31.502 menjadi 19.583, MOP dari 2.283 menjadi 1.196, dan MOW dari 13.571 menjadi 8.093.

Selain berimbas pada penurunan peserta KB, penyebaran wabah Covid-19 juga berakibat kepada penurunan aktivitas dalam kelompok kegiatan (BKB, BKR, BKL, PIK R dan UPPKS) serta penurunan mekanisme operasional di lini lapangan, termasuk di Kampung KB: Pertemuan Pokja dan Pemantauan oleh OPD-KB tidak bisa optimal. Hal ini bukan tanpa alasan, tentu banyak para akseptor KB yang merasa takut ketika hendak mengakses pelayanan KB di masa pandemi Covid-19 ini.

“Pelayanan KB yang sangat berdampak akibat wabah Covid-19 ini dikarenakan KB sendiri pelayanannya yang ada sekarang (existing) adalah dengan Baksos, sosialisasi oleh Penyuluh Keluarga Berencana, dan juga kader-kader. Jadi sangat full kontak atau people to people contact atau person to person. Sehingga ketika ada physical distancing atau social distancing maka jelas akan menurun pelayanan itu,” jelas Hasto.

Lebih lanjut Hasto mengatakan, “Saya berharap besar kepada para provider kesehatan seperti para bidan dan dokter untuk terus memberikan masukan dan kritik atas kebijakan-kebijakan yang telah BKKBN buat selama pandemi Covid-19. Hal ini dikarenakan untuk mengantisipasi gelombang baby boom baru di masa yang akan datang serta permasalahan-permasalahan kependudukan lainnya.” (m. fadli / red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.