Andrew Cuomo: Covid-19 Antara Pelonggaran Lockdown, dan Lonjakan Penularan

Andrew Cuomo

BantenTribun.id- Gubernur New York, Andrew Cuomo menyatakan penambahan kasus baru Covid-19 di negara bagian itu berasal dari orang-orang yang keluar rumah.

Cuomo juga menegaskan kasus itu datang dari orang yang keluar rumah bukan karena alasan penting, misal bekerja. Tapi mereka tertular ketika mereka berolahraga, belanja atau bersosialisasi.

“Mereka terinfeksi diluar, lalu ke rumah sakit, lalu menginfeksi orang lain di rumah’” ungkap Cuomo, Sabtu (16/5) seperti dikutip dari Reuters.

Sebelumnya, Gubernur 62 tahun itu berteori bila kasus baru di datang dari orang-orang yang bekerja, tapi kini teori itu tak terbukti.

“Tingkat infeksi para pekerja ternyata lebih rendah dari populasi yang ada, kasus-kasus baru ternyata ditemukan dari orang-orang yang tidak bekerja, dan mereka tinggal dirumah,” ungkap Cuomo, dikutip dari Reuters.

Pandemi Covid-19 di New York,  hingga kini belum menunjukan kemajuan signifikan untuk berhenti. Data menunjukan, kasus-kasus baru yang muncul jumlahnya naik turun, antaa 2.100 hingga 2.500 per hari.

Sabtu (17/5) jumlah kasus menurun menjadi 2.419 dibanding hari sebelumnya, sebesar 2.762.

Secara umum, New York merupakan negara bagian penyumbang sekitar sepertiga dari orang yang meninggal akibat Covid-19 di Amerika.

Dalam kondisi itu, anehnya Jum’at (16/5) ada lima wilayah di negara bagian yang kebijakan lockdownnya telah di longgarkan.

Ekonomi dianggap menjadi alasan pelonggaran kebijaan Lockdown tersebut.

Menghadapi situasi yang ada, Cuomo menerapkan metode pelacakan yang intens terhadap orang-orang terdampak Covid-19. Pelacakan berguna untuk melakukan tindakan isolasi lebih cepat. “Pelacakan secara massif sangat menantang,” ungkap Cuomo.

Andrew Cuomo dihadapkan pada dua pilihan, satu sisi Ia tidak ingin adanya penambahan lonjakan penularan, tapi disisi lain pelonggaran pembatasan aktivitas dilakukan. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.