Akhir Cerita Atalanta di Liga Champions

Akhir Cerita Atalanta di Liga Champions terjadi sudah, Parist Saint Germain menjadi jagal dalam pertandingan dramatis, dimana kemenangan harus ditentukan di injury time.

PSG Unggul dengan skor 2-1 sekaligus menghapus harapan tim Seri A di kompetisi UCL musim ini.

cerita atalanta di liga champions
Kemenangan PSG atas Atalanta dengan skor 2-1 menjadi akhir cerita Atalanta di Liga Champions musim ini.

BantenTribun.id- Tak pernah dibayangkan sebelumnya bila Atalanta menjadi klub Italia paling sukses di Liga Champion musim ini.

Tim dari Bergamo, Lombardy itu menjadi satu-satunya kontestan Serie A yang sanggup menembus babak delapan besar.

Sayang kesuksesan mereka harus terhenti oleh Paris Saint Germain. Les Perisien menumbangkan mereka dengan skor 2-1 lewat pertandingan dramatis, yang digelar di Da Luz, markas Benfica, Kamis (13/8) dini hari.

Atalanta sebenarnya sanggup unggul lebih dulu lewat lesakan Mario Pasalic di menit ke-26.

Meneruskan usaha Duvan Zapata, Pasalic sukses menembus gawang Keylor Navas yang tampil apik sejak peluit kick off ditiup wasit.

Keunggulan armada Gasperini itu tak terbalas oleh PSG hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, PSG yang dimotori Neymar berusaha membalas, namun tangguhnya pertahanan Nerazzuri yang dikawal Caldara dan kolega membuat gol balasan tak kunjung datang.

Perubahan strategi pun dilakukan pelatih Les Perisien Thomas Tuchel. Ia menurunkan dua sayap yang punya speed lebih baik, Kylian Mbappe dan Maxim Choupo-Moting.

Kehadiran keduanya langsung merubah suasana pertandingan, dan hasilnya, dua gol di menit akhir hadir membawa kemenangan bagi PSG.

Gol pertama sekaligus penyeimbang kedudukan hadir di menit ke-90 lewat kaki Marquinhos, sepakannya meneruskan umpan Neymar sanggup mengecoh Sportiello yang juga tak kalah apik permainannya di laga ini.

Selanjutnya gol kemenangna lahir berkat peran dua pemain pengganti, Kylian Mbappe dan Choupo Moting 2 menit sebelum laga berakhir.

Umpan Mbappe disambar Moting, sekaligus membawa kemenangan dramatis bagi PSG dan membuat mereka makin dekat dengan sejarah baru, juara liga Champion.

Sementara kekalahan 1-2 menjadi akhir cerita Atalanta yang fenomenal di UCL musim ini.

Cerita Atalanta di Liga Champions

Sukses menduduki peringkat ketiga Serie A musim lalu, menjadi awal cerita Atalanta di Liga Champions musim ini.

Nerazzuri bisa dikatakan tim tanpa DNA UCL, musim ini adalah penampilan perdana mereka di kompetisi paling bergengsi bagi tim-tim Eropa itu.

Rasa pesimis juga menjadi warna Atalanta sebelum mengarungi ketatnya UCL, bagi mereka tidak menjadi bulan-bulanan tim favorit sudah cukup.

Tergabung di Grup C, Atalanta harus bersaing dengan tim kuat asal Inggris Manchester City, Shakhtar Donetsk dan tim asal Kroasia Dinamo Zagreb.

Dari semua kontestan di Grup C, Atalanta menjadi satu-satunya tim yang minim pengalaman. Shakthar dan Dinamo Zagreb mungkin bukan tim besar, tapi keduanya sudah akrab dengan kompetisi ini.

Tapi hasil berkata lain, bersama The Citizen, Atalanta sukses menembus babak knock out 16 besar. Caldara dan kolega mampu merebut posisi runner up Grup C dengan 7 poin, hasil dari dua kali menang, satu kali seri dan tiga kali kalah.

Cerita Atalanta di Liga Champions nampaknya masih berlanjut di babak 16 besar. Tim dari Bergamo sanggup mengalahkan tim kuat La Liga yang juga punya banyak pengalaman di UCL, Valencia.

Atalanta sukses menekuk Valencia di dua laga, kandang maupun tandang. Dengan Agregat 8-4. klub Italia itu sukses menembus babak delapan besar.

Sayangnya cerita Atalanta di Liga Champions harus berakhir. PSG menjadi jagal yang membuat langkah mereka terhenti di fase delapan besar. Fase yang juga menghapus semua tim Serie A di UCL musim ini. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.