Aci Cahaya; Cerpen Fi Sabilillah Cinta Dan Buku Antologi The Mujahidah 191

antologi the mujahidah cinta 191
Aci Cahaya dan antologi the mujahidah cinta 191

Menurut Aci, Antologi The Mujahidah 191 merupakan buku yang berisi kumpulan cerpen baik bergenre dewasa maupun teenlit, atau untuk remaja.

PADANG – Setiap orang memang punya bakat dan talenta, tapi tak semua orang dianugerahi multi bakat. Ada yang pandi bicara, tapi tak pandai menulis, ada yang keren saat nyanyi tapi giliran menulis susah minta ampun.

Tapi hal itu nampkanya tak berlaku untuk pelantun Ana Uhibbuka Fillah, Aci Cahaya.

Selain diberi suara indah, Qori’ah yang selalu berbalut kerudung itu ternyata punya bakat lain, yakni menulis cerpen.

Bakat menulis cerpen ia tunjukan dalam sebuah tulisan berjudul Fisabilillah cinta.

Hebatnya, cerpen itu menadi satu dari sekian cerpen yang masuk dalam antologi The Mujahidah Cinta, sebuah buku kumpulan cerpen yang beberapa waktu lalu telah dilaucnhing kelompok halaqah umtaf, di Pekanbaru Riau.

Menurut Aci, Antologi The Mujahidah 191 merupakan buku yang berisi kumpulan cerpen baik bergenre dewasa maupun teenlit, atau untuk remaja.

“Cerpen Fisabilillah Cinta yang Aci tulis berkisah tentang seorang mahasiswi yang berjuang untuk menjaga dirinya dari cinta manusia yang tak boleh melebihi cintanya kepada Allah,” ungkap Aci Cahaya, saat diwawancara via Whatsapp.

Aci menilai,  di era milenial saat ini, dengan kemajuan teknologia, bekal iman sangat penting untuk menghadapi berbagai tantang, “nggak kebayang kalau bekal iman kurang, bagaimana nantinya.” ungkapnya dengan nada bertanya.

Lebih lanjut, pengisi soudtrack gilm Ajari Aku Islam itu juga menjelaskan bila cerpen Fi sabilillah cinta bercerita tentang  jihad di jalan Allah. “Tapi bukan dalam peperangan, melainkan dengan memperjuangkan cinta di jalan Allah,” terangnya.

“Terkadang kita melakukan dosa yang tidak disengaja, yang mungkin menurut kita biasa saja, tapi ternyata itu juga termasuk dosa,” tambah Aci.

Cerpen Fi Sabilillah Cinta karya Aci Cahaya berada pada urutan ke enam di buku The Mujahidah 191, dari halaman 85 hingga 96. Aci Cahaya menggunakan nama Nursyamsi Mas’ari dalam buku antologi itu.

Selain cerpen Fi Sabilillah Cinta karya Aci Cahaya, The Mujahidah 191 memuat 14 cerpen lainnya; Mujahid El Hafizh (Rina Rosniawati), Sekuntum Ikhlas Maryam (Yance Murviana), You Are The Reason (Dona Putri), Ikhlasku Merindu (Kartini Edni), Jalan Jihad Seorang Ibu (Indi Maretia), Kelulusan yang Bersimbah Duka (Nur Jauharah), Sebening Hati Najwa (Mellya Juniarti), Romansa Tersayat Luka (Zie Surya), Qomar Najmi Fil Ardhi to Firdaus-Nya (Ningsih Rahayu), Modifikasi Rindu (Elvia Riska), Taat Berbuah Nikmat (Radinka Ningrum), Jogja, Tunggu Aku! (Indriani Soehadi), Gelisah Ibu (Ummu Umair), dan Mereka Spesial (Amelia).

“Tanamkan cinta kepada Allah, agar rasa yang ada untuk manusia dapat terkendali, dalam ridha Sang Pemilik Hati,” tukas Aci. (M. Fadhli / red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.